Minggu, 24 Mei 2020

TETAP RAYAKAN ULANG TAHUN DI TENGAH PANDEMI COVID. ICIS IAIN JEMBER TAK MUNGKIN ACUHKAN MILADNYA.


Beredarnya surat  keputusan dari pihak kampus untuk melaksanakan kegiatan di rumah sesuai dengan Kebijakan Work From Home(WFH), tidak menutup kemungkinkan tetap dimeriahkannya milad ICIS IAIN JEMBER yang diadakan tepat pada Jumat kemarin (22/05/20). Adanya pandemi COVID 19 yang menuntut masyarakat untuk melakukan physical distancing membuat Milad ICIS yang  ke-12 ini sangat berbeda dengan milad di tahun-tahun sebelumnya. Milad kali ini digelar dengan kegiatan Khotmil Quran dan doa bersama secara daring yang mana pada tahun sebelumnya dirayakan dengan buka bersama dengan dihadiri oleh Dosen UPB dan anggota ICIS.

Menjelang akhir bulan ramadhan ini, acara milad ke-12 dilaksanakan dengan adanya Khotmil Qu’ran secara daring yang diselenggarakan oleh seluruh anggota devisi. Khotmil secara daring dimulai pada hari Jumat setelah subuh, yakni pukul 04.30 pagi. Pembacaan khotmil quran ini dibagi berdasarkan pembagian via  grup whatsap. Lalu pembacaan Alquran dibatasi hingga malam pukul 20.00 WIB, tepatnya setelah shalat terawih terakhir pada bulan ramadhan kali ini. Setelah itu dilanjutkan dengan penutupan secara live di akun instagram ICIS IAIN Jember bersama Ustadz Nidzom yang merupakan Pembina ICIS, dengan pembacaan doa  yang beliau pimpin langsung dan beberapa pesan di akhir acara.

Meskipun acara ini dilaksakan secara daring dengan seluruh anggota dan pengisi acara berada di rumah masing-masing, namun acara ini berjalan dengan hikmat dan lancar karena para anggotanya yang begitu antusias. Selain itu, di penghujung acara penutupan tersebut dimeriahkan juga dengan pengumuman pemenang sayembara lomba twibbon yang diadakan oleh bidang Tim Media ICIS IAIN JEMBER serta pengumuman pemenang lomba tahfidz challenge yang diadakan oleh Divisi Tahfidz ICIS IAIN Jember.

Begitu banyak doa dan harapan tentunya dalam milad yang digelar ini. Di antaranya adalah ucapan dari Moch. Imam Machfudi, M.Pd; “Alhamdulillah, Doa saya semoga kalian jadi orang sukses, bahagia di dunia dan akhirat. Semoga ramadhan ini penuh dengan barokah meski dalam keterbatasan karena pandemic Covid-19” ujar bapak Ketua Unit Pengembangan Bahasa (UPB) ini. Di penghujung penutupan pula Ustadz Nidzom menyatakan “Semoga ICIS selalu istiqomah, selalu bersemangat, jangan sampai males untuk berkreasi, berprestasi, dan berinovasi. Karena memang motto kita adalah prestasi”.

Di samping itu, dalam siaran langsung di akun instagram Ustadz Nidzom juga tetap menghimbau kepada para anggota ICIS untuk tetap bersikap wajar di tengah pandemi Corona ini. Sebagaimana beliau katakan bahwanya bagaimanapun, mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Beliau juga berharap ICIS tetap istiqomah begitupun anggotanya. Semua anggota ICIS diharap tetap beristiqomah untuk tetap berjamah kapanpun dan di manapun berada. 


by: tsn & ins

Minggu, 05 Februari 2017

IAIN Jember Keluar Sebagai Pemenang pada Festival Zukhruf




            Senin tanggal 22 November 2016 organisasi Intitute of Culture and Islmic Studies (ICIS) Language and Qur’anic Learnig Center dibawah naungan UPT Pengembangan Bahasa IAIN Jember Mendelgasikan anggotanya untuk berangkat ke Surabaya dalam rangka mengikuti lomba Debat Ilmiah Bahasa Arab di Festival Zukhruf (Zain Ukhwah wa Ta’aruf). Festifal ini diadakan oleh Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya.
Lomba debat bahasa arab ini diperuntukan bagi kalangan mahasiswa. Ada 24 perguruan tinggi dari seluruh indonesia yang ikut berpatisipasi dalam ajang ini. IAIN Jember mendelegasikan 2 tim. Tim pertama yaitu tim Al- Farroby A terdiri dari; Fariz Maturedi, (mahasiswa semester V prodi Bahasa Arab), Ana fitriana (mahasiswi semester III prodi Bahasa Arab) dan Fathur Rahman Aziz ( mahasiswa semester V  prodi Perbangkan Syari’ah). Sedangkan Tim yang kedua adalah tim Al- Faroby B,  terdiri dari Fatoni Ariffandi (mahasiswa semester V prodi Bahasa Arab), Diah Ayu Wulandari (mahasiswi semester I prodi Bahasa Arab), Fahrunnisa (mahasiswi semester I Prodi Bahasa Arab). Mereka terpilih sebagai peserta delegasi dari IAIN Jember setelah mengikuti seleksi Internal di organisasi ICIS IAIN Jember dengan ketat dan kompetitif fair.
Sistem pada kompetisi debat bahasa arab di festifal Zukhruf menganut Qatar Debate System yakni tim yang menang ditentukan oleh banyaknya skor yang didapat Selama pertandingan. Ketentuan tersebut di sampaipan pasa saat Technnical Meeting (TM) yang berlangsung hari selasa tanggal 22 Nopember  2016.  Pertandingan pertama yang berlangsung pada tanggal 24 Nopember 2016 hari kamis melawan tim dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan pemenangnya adalah tim Al- Farrobby A. Sedangkan Alfarroby B berhadapan dengan tim dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, namun pertandingan ini dimenangkan oleh tim dari UIN Maula Malik Ibrahim Malang . Pada hari kedua tim Al- Farroby A dipastikan lolos dan masuk dalam semi final dengan perolehan skor 24. Pada semi final tim Al- Farroby A dihadapkan dengan tim dari UIN Malang, lagi- lagi tim Al- Farroby A keluar menjadi pemenang, lalu mereka  dihadapkan dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta  untuk memperebutkan juara 1. Tanpa diduga- duga Tim Al- Farroby A keluar menjadi pemenang juara 1. “moment ini sungguh unpredictable ketika kita lolos semi final, dan masuk final hingga kita keluar sebagai juara 1” ujar Faris selaku peserta lomba debate bahasa arab di tim Alfarabi

Terlepas dari sistem yang berbeda, pelayanan yang diberikan oleh UIN Sunan ampel selaku tuan rumah sudah cukup memuaskan, mereka menyediakan penginapan bagi semua peserta, walaupun penginapan yang tersedia ala pesantren. Namun, dipenginapan putri mereka hanya menyediakan satu toilet. Yang menurut saya fasilitas toilet tidak berbanding lurus dengan banyaknya orang yang ada disatu ruangan.
Beralih di bidang kaligrafi, IAIN Jember mendelegasikan tiga peserta, mereka adalah; Nur Azizah ( mahasiswi PAI semester 1), Line Martita (mahasiswi BKI semester 1), dan Qonitatun Nisa’ ( mahasiswi PAI semester V). Kompetisi kaligrafi ini di ikuti oleh 60 peserta dan berlangsung pada tanggal 24 November hari Kamis berlangsung di gedung Humaniora selama hampir satu hari. Fasilitas yang didapat dari panitia adalah Kanfas, selebihnya mereka membawa perlengkapan sendiri.
Hasil dari perlombaan kaligrafi cukup mengecewakan bagi mereka, karena mereka gugur untuk keluar menjadi pemenang. Namun dari kekalahan ini tumbuh semangat untuk berlatih dan terus berkarya. “Yah saya rasa hasil perlombaan ini menjadi pelajaran bagi kita untuk semakin giat dalam berlatih dan belajar. Untuk semakin memperbanyak karya kita.”  Ujar Nur Azizah.
Para peserta lomba yang berangkat ke Surabaya untuk mengikuti festifal Zukhruf merupakan mereka yang bernaung dalam organisasi ICIS (Institut of culture islamic studies)  . Dimana organisasi ini selalu unjuk gigi disetiap kompetisi dikancah jawa timur maupun nasional.  Hampir setiap tahunnya oraganisasi ini selalu menorehkan sumbangsih prestasi. 
            Para anggota ICIS ini, yang berangkat ke Surabaya mendapatkan dana dan pesangaon dari usaha mereka sendiri. “sebelum kita berangkat kita jual karya kaligrafi, buat sangu, kita jual dengan harga satu juta lima ratus untuk dua lukisan, disamping itu kita juga merogoh kantong pribadi kita, alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan” papar mas faris.
            Pada festifal Zukhruf terdapat beberapa sistem perdebatan yang berbeda, dimana dari 24 tim, langsung disaring ke semi final dengan indikator skor. Sejatinya, kompetisi debate bahasa arab ini menganut sistem Asian Parlementary debate system, yang diadopsi dari sistem debate bahasa inggris. Terlepas dari sistem yang berbeda, pelayanan yang diberikan oleh UIN Sunan ampel selaku tuan rumah sudah cukup memuaskan, mereka menyediakan penginapan bagi semua peserta, walaupun penginapan yang tersedia ala pesantren. Namun, dipenginapan putri mereka hanya menyediakan satu toilet. Yang menurut saya fasilitas toilet tidak berbanding lurus dengan banyaknya orang yang ada disatu ruangan.
            Harapan mereka sebagai runner up untuk kedepannya adalah melebarkan sayap kompetisi kekancah internasional. Besar kemungkinaan bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan dan kemenangan di kancah internasional. karena beberapa kali mereka mendapat undangan dari USIM ??????????????? untuk mengikiti kompetisi debate bahasa arab se- ASIA. 
            Prosesi penutupan festifal Zukhruf ini berlangsung pada tanggal 25 November, hari jum’at  malam lalu mereka mengumumkan pemenang setiap kompetisi. Debate bahasa arab diraih oleh IAIN Jember sebagai jura 1 mengalahkan UII. Pemenang mendapatkan fresh money dengan nominal 1.750.000. 10% dari nominal itu akan mereka donasikan pada Kas ICIS.
 Lalu, tanpa disangka dan diprediksi best speaker diraih oleh delegasi dari IAIN Jember yaitu Anna Fitriana.
Intermezzo yang paling utama disajikan oleh dipenutupan Festifal Zukhruf adalah penampilan dari da’i yang tersohor yaitu KH. Zawawi Imron, beliau menampilkan orasi budaya yang sangat menarik perhatian para audience. penampilan dari seorang tokoh agama yang sekaligus budayawan.
sumber: Dian Cahyani
           
           
           

Jumat, 12 Desember 2014

SABTU PAGI SEMANGAT HADIRI ICIS BUKAN ISIS

SABTU PAGI SEMANGAT HADIRI ICIS BUKAN ISIS

Jember, 11 Oktober 2014.  ICIS (Institute Of Culture Islamic Studies   )  menggelar pembukaan agenda kegiatan.  Sebanyak 67 peserta hadir di aula UPB (Unit Pelayanan Bahasa) stain jember yang bertempat di sebelah timur gedung pasca sarjana untuk mengikuti pembukaan rentetan  kegitan ICIS (Institute Of Culture Islamic Studies )  periode 2014 – 2015. Acara ini dimulai pada pukul 08.15 sampai 11.00 yang dihadiri oleh Pembimbing Pembimbing ICIS
Anas, selaku ketua panitia mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan sambutan yang pertama. Beliau hanya mengucapkan selamat datang dan berpesan agar semangat dalam mengikuti serangkaian acara ICIS kedepan.  Sambutan yang kedua oleh bapak Nidhom selaku pembina ICIS  beliau hanya berpesan agar peserta harus mengutamakan niat serta usaha dan untuk membiasakan menggunakan bahasa arab dalam sehari hari “kalau bertemu saya, jangan segan segan untuk ngobol bahasa arab” cakapnya.  Setelah itu, sambutan yang ke tiga yaitu oleh Roni selaku presiden ICIS. Beliau menjelaskan bahwa d sini komunitas bukan UKM “kita di sini komunitas lo bukan UKM, tapi masih mengajukan untuk menjadi UKM. Dan yang perlu d tekankan ini ICIS (  Institute Of Culture Islamic Studies   ) bukan ISIS(Islamic State of Iran Siria) jadi kalian gak usah takut” kata Roni kepada para peserta. Beliau juga menjelaskan ada divisi baru yang dibuka pada tahun ini yaitu divisi Pengembangan Quran.
Setelah tiga sambutan, peserta di lanjutkan dengan masuk ke kelas masing masing untuk  pengenala  divisi. Ada tiga divisi yaitu divisi bahasa inggris yang pengenalannya dipandu oleh Ali Wafa, divisi bahasa arab d pandu oleh M. Taufik dan divisi Pengembangan Alquran oleh Anas Al Hadi. Setelah sekitar satu jam, para peserta kembali ke aula UPB untuk penutupan dan doa yang di pandu oleh Abd. Latif.





Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...