Selasa, 26 Maret 2024

Gelar TOOLS dan Buka Bersama, Ketua Bidang : Tahun Ini Adalah Gelaran Paling Meriah dari Tahun Sebelumnya

Institute of Culture and Islamic Studies (ICIS) UIN KHAS Jember menggelar Training Of Organizer and Leadership Skill (TOOLS) dan Buka Bersama di gedung laboratorium Fakultas Dakwah pada Sabtu (23/3).

Acara ini merupakan agenda tetap yang dilaksanakan oleh Bidang Kaderisasi setiap tahunnya di mana pada tahun ini mengusung tema “ Qur’anic Reflections: Uniting Through Leadership and Organization in Iftar Gathering”. Bidang Kaderisasi juga bekerja sama dengan Bidang Public Relation untuk menyukseskan acara yang dimaksud.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi Maslah Datil Ben mengungkapkan bahwa kegiatan ini selain untuk memeriahkan bulan Ramadhan, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta skill anggota ICIS terkait keorganisasian secara umum, juga sebagai sarana silaturahmi bagi sesama anggota. Maslah juga mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini merupakan gelaran yang paling meriah di antara gelaran sekolah kaderisasi di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dilihat tahun ini paling meriah juga kesannya buka bersama ini jadi kesempatan buat reuni dengan alumni dan para anggota” ungkapnya.

Acara pertama dimulai setelah zuhur yaitu Khotmil Qur’an yang di selenggarakan oleh seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER baik pengurus dan anggota. Kemudian acara dilanjutkan dengan acara inti yakni TOOLS atau Sekolah Kaderisasi yang dilaksanakan dengan dua materi dan empat sesi. Masing-masing materi mendapat dua sesi untuk pemaparan materi dan tanya jawab.

Sesi pertama yakni materi tentang Keorganisasian yang di sampaikan oleh Muhammad Hasbi As Shiddiqi, mantan Ketua Divisi Fahmil Qur’an sekaligus Dewan Konsultan ICIS. Acara berlangsung aktif dan interaktif dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh audiens pada saat sesi tanya jawab. Kemudian sesi kedua yaitu materi tentang Kepemimpinan yang disampaikan langsung oleh Genta Ardhytama Yudha yang merupakan mantan Ketua Divisi Bahasa Arab dan juga Dewan Konsultan ICIS. Acara yang dimoderatori oleh Qamaruz Zaman tersebut mendapat antusias yang baik oleh para audiens.

Agenda dilanjutkan dengan Takjil On The Road atau bagi-bagi takjil oleh seluruh peserta TOOLS dan panitia. Bagi-bagi takjil di pusatkan pada dua titik, titik pertama di depan tugu nama kampus atau jalan segitiga dan titik kedua di gapura sebelah Polsek Kaliwates.

Agenda yang dinanti pun tiba yaitu Buka Bersama oleh seluruh pantia dan peserta yang juga dihadiri oleh Dewan Konsultan dan Dewan Kehormatan. Salat Maghrib Berjamaah dan foto bersama menjadi penutup dari rangkaian acara TOOLS yang dilaksanakan oleh Bidang Kaderisasi serta diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota baru dari berbagai Divisi di ICIS UIN KHAS Jember.


By: Qamaruz Zaman

Editor: Kabid & Wakabid

Minggu, 10 Maret 2024

Hilal Belum Terlihat: 1 Ramadhan 1445 H Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024

Puasa adalah salah satu rukun Islam umat Muslim yang harus dipenuhi. Adapun definisi dari puasa ialah menahan diri dari makan dan minum, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Banyak sekali keseruan yang hanya terjadi saat bulan ramadhan; ngabuburit, tarawih, berburu takjil dan berbagai keseruan lainnya. Di tahun 2024 ini umat Islam di Indonesia sedang menunggu hasil keputusan sidang isbat Kemenag perihal kapan tepatnya 1 ramadhan.

Dalam sidang isbat di auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (10/3) yang dihadiri oleh tim Kemenag, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, BRIN dan BMKG, menyatakan bahwa awal puasa jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Hal ini didasarkan pada posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia yang masih belum terlihat. Adapun sidang isbat dilakukan oleh tim hisab dan rukyat Kemenag sejak jam 17.00 lalu pada Minggu (10/03). 

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa, 1 Ramadhan 1445 H ialah Senin, 11 Maret 2024. Metode yang digunakan, metode hisab wujudul hilal hakiki. Berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1445 H. Bulan baru menjelang ramadhan terjadi pada 29 Sya'ban 1445 H atau 10 Maret 2024 M. Pada saat matahari terbenam di Yogyakarta hilal sudah wujud. Pun di wilayah Indonesia, bulan berada di atas ufuk kecuali Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Maka, tanggal 1 ramadhan adalah keesokan harinya. Tepatnya tanggal 11 Maret 2024.

Meskipun terjadi perbedaan dalam penetapan tanggal 1 ramadhan antara NU dan Muhammadiyah, Menag Yakut Cholil Qoumas, menghimbau kepada umat Muslim untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan toleransi.

Berikut Edaran Menag No SE. 1 tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi:

  1. Umat Islam diimbau tetap menjagi ukhuwah islamiyah, meski ada perbedaan dalam penetapan 1 ramadhan.
  2. Umat Islam menunaikan ibadah puasa dan Idul Fitri sesuai dengan syariat Islam.
  3. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
  4. Umat Islam diimbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.
  5. Takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
  6. Takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah islamiyah.
  7. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan.
  8. Materi ceramah Ramadan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
  9. Mengimbau kepada umat Islam untuk lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.

Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT.


By: Rofidatul Ulum

Editor: Kabid & Wakabid

Sabtu, 02 Maret 2024

MENGINTIP KHIDMATNYA PERGABA’23- THE MINERS - ICIS UIN KIAI HAJI ACHMAD SHIDIQ JEMBER




Sabtu, 02 Maret 2024 ICIS UIN KHAS JEMBER kembali mengisi kemeriahan kampus tercinta. ICIS UIN KHAS mengadakan agenda tahunan mereka, yakni PERGABA (Perekrutan Anggota Baru). PERGABA’23 kali ini mengusung tema The Miners yang berasal dari kata “miner” yang memiliki arti “penambang". Tema ini memiliki filosofi bahwa anggota baru ICIS merupakan para penambang hebat yang bergerak maju ke dalam “goa” untuk mencari permata yang sempurna. Dalam artian lain setiap anggota baru icis yang bergabung dapat menggali minat, bakat, serta potensi yang mereka miliki sesuai bidang yang telah mereka pilih. Anggota baru ICIS merupakan mahasiswa-mahasiswa yang terpilih untuk mengasah kemampuan-kemampuan hebat mereka bersama seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER. Sehingga, Ketika mereka sampai di "goa” mereka sudah siap menggali permata. ICIS UIN KHAS JEMBER dianalogikan sebagai goa yang menampung cita-cita mulia yang disimbolkan dengan permata yang sempurna. Tak salah jika “Diamond” merupakan simbol yang tepat untuk tema ini karena diamond merupakan permata yang sangat berharga dan bernilai tinggi. Hal tersebut menggambarkan bahwasannya anggota baru ICIS diharapkan menjadi manusia yang baik, berharga dan bervalue tinggi serta berprestasi. Warna utama atau warna yang dominan adalah warna “Biru” mewakili langit dan laut, dan dikaitkan dengan ruang terbuka, kebebasan, intuisi, imajinasi, luas, inspirasi, dan kepekaan. Selain itu, biru juga mewakili makna kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, ketulusan, kebijaksanaan, stabilitas, iman, surga, dan kecerdasan. Sehingga, makna dari tema kali ini memberikan sebuah harapan besar bagi anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER agar menjadi sosok insan mulia yang tanpa letih menggali kemampuan-kemampuan mereka dan mengembangkan potensi diri agar menjadi sosok hebat yang berprestasi di bidang akademik dan ilmu qur’ani yang berlandaskan iman, ikhsan dan ihwan.

Pergaba’23 dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai 3 yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan diantaranya, pembina icis, dewan konsultan, tamu kehormatan serta 211 peserta dari seluruh divisi. Acara dimulai pada pukul 09. 00 WIB dan dibuka oleh MC 3 bahasa kebanggan ICIS UIN KHAS JEMBER yang penampilannya sangat memukau dengan performa yang sangat spektakuler yang tentunya menggambarkan semangat tinggi yang dimiliki oleh seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER. Acara selanjutnya yakni pembacaan ayat suci Al-qur’an, kemudian diisi dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia yaitu Farah Fauziyah Firdaus, dilanjutkan sambutan kedua yang disampaikan oleh Presiden ICIS UIN KHAS JEMBER, Ahmad Farid Mukhlis. Sambutan terakhir disampaikan oleh Pembina ICIS UIN KHAS JEMBER yaitu Ustadz M. Nidhom Hamami Abicandra M. Pd. Sesi sambutan telah berlalu, selang beberapa waktu masuk pada acara inti yang ditunggu-tunggu yaitu pengukuhan anggota baru yang diwakili oleh Ustadz Nidhom untuk melakukan pengucapan janji yang kemudian diikuti oleh para anggota serta pemakaian jasket icis yang diwakili oleh anggota baru dari setiap divisi simbolis telah diterimanya mereka sebagai keluarga ICIS UIN KHAS JEMBER.

Masuk pada sesi selanjutnya yaitu acara penampilan setiap divisi yang dipandu oleh 2 host kece, yakni Jayyid dan Nurul Hasanah yang menemani para peserta dalam acara pergaba’23. Peserta juga diajak berbincang santai tentang perasaan dan kesan mereka menjadi anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER. Tak hanya itu, peserta juga disuguhkan dengan pertunjukan PENSI (PENTAS PRESTASI) sebagai pengenalan dan hiburan oleh pengurus dan anggota ICIS. PENSI yang pertama dipersembahkan oleh divisi Bahasa arab yang menampilkan sebuah drama yang mengisahkan cerita tentang Dewi Masyitoh dan Fir’aun yang mana, pada saat itu Fir’aun murka mengetahui bahwa Dewi Masyotoh menyembah Allah SWT bukan dirinya. Penampilan kedua dilanjutkan oleh divisi kaligrafi yang menjelaskan sejarah dan biografi singkat tokoh terkemuka yang berkecimpung dalam divisi kaligrafi, serta menampilkan macam-macam khat dalam kaligrafi. Penampilan ketiga dari divisi tahfidz yang memaparkan sambung ayat dan hifdzil qur’an. Persembahan selanjutnya oleh fahmil qur’an yang menyajikan syarhil qur’an dengan tema politik Indonesia, kemudian disusul oleh divisi tilawah yang mendinginkan Gedung Kuliah Terpadu dengan gema wahyu Ilahi. Penampilan terakhir ditutup oleh persembahan epic dari divisi Bahasa Inggris yang menggambarkan kondisi negara Palestina dengan sebuah mini drama. Kibaran bendera Palestina diiringi lagu Atouna El Toufoule yang berkumandang mampu menusuk relung hati penonton karena penampilan tersebut sangat amat menyerupai apa yang saudara kita alami disana.

Acara PENSI selesai. Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pada anggota baru yang berhasil membuat video terbaik ketika menyanyikan Mars icis uin khas jember, mereka adalah Alfito Attur Nurfath dan M. Yusrizal Lifianto. Disusul dengan pengumuman peserta terbaik pada setiap divisi, yakni:

1) Bahasa arab : Nadhiva qulba

2) Bahasa Inggris : Alif abdullah faqih

3) Tahfidz : Zilla zainati arifah

4) Tilawah : Zuhriyatul Hariroh

5) Kaligrafi : Rosidah Halimatul Millah

6) Fahmil : Mirzana intan rahmasari

Masuk pada sesi selanjutnya yakni pembacaan do'a yang juga menandai berakhir sudah seluruh rangkaian acara pengukuhan para anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER. Sebelum meninggalkan tempat, para anggota baru diharuskan berkumpul didepan pentas bersama anggota divisinya masing-masing untuk sesi dokumentasi.


By: Yuly Navisa dan Alda Karunia

Editor: Kabid & Wakbid






Senin, 19 Februari 2024

4 PRINSIP DEBAT YANG WAJIB KAMU KETAHUI!

 


Debat, seperti sebuah jembatan, menghubungkan beragam pandangan dan pemikiran. Jembatan ini menjadi tempat memperdebatkan dan memperluas pemahaman tentang suatu topik atau isu, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memperoleh sudut pandang baru yang diterima kedua belah pihak. Debat dilakukan oleh siapa saja secara umum, dalam proses hukum, kalangan pemerintah dan kepentingan perlombaan. For your information ICIS UIN KHAS JEMBER menyediakan ruang buat kamu yang suka debat loh. Selain itu ICIS UIN KHAS JEMBER, juga memberikan benefit bagi para pencinta lomba debat. Tidak bisa dipungkiri debat dapat berpontensi arena konflik jika tidak dibangun dengan dasar prinsip-prinsip menghargai integritas, saling menghargai dan keadilan.

 1.    Menghargai Keragaman

Debat harus didasari dengan sikaf inklusif. Jika setiap pihak memiliki sikap inklusif maka akan tercipta sikap menghargai. Sangatlah penting setiap pihak menghormati dan mempertimbangkan pandangan yang beragam, bukan mencoba menjatuhkan dan menindaskan pihak lain. Dalam sebuah debat tentunya akan kaya dengan berbagai ide-ide yang membentuk landasan sehingga akan tumbuh pemikiran-pemikiran yang berkelanjutan. Jika salah satu pihak tidak memiliki sikap inklusif maka debat tidak akan mendapatkan hasil, hanyalah rasa keegoisan mengutamakan pandangan sendiri.

2.  Mengutamakan Etika

Etika berkomunikasi sangatlah penting dalam debat. Debat yang berkualitas akan menekankan pentingnya berperilaku sopan, memanipulasi dan tidak mengutik persoalan pribadi. Sejak debat capres dan cawapres 2024, etika komunikasi dalam debat sering dibincangkan. Salah satu capres dan cawapres 2024 dalam debatnya menyinggung persoalan pribadi capres dan cawapres 2024. Hal inilah kemudian menjadi sorotan publik tentang standar kualitas dalam debat. Menghargai lawan debat dan mencari kebenaran merupakan inti dari debat yang bermakna dan bernilai.  

 

3.  Membangun Argumentasi

Selain menghargai keragaman dan mengutamakan etika dalam debat, harus ada argument yang kuat dan dapat dibuktikan. Argumentasi yang kuat menjadi pondasi suatu jembatan. Seperti jembatan, jika bukan dari semen dan beton yang berkualitas maka jembatan itu akan mudah rapuh dan tidak bertahan lama. Pondasi berupa menanamkan silinder beton hingga ke lapisan yang keras akan menjadi pertukaran pandangan yang substansial.

 

4.  Keterampilan Berpikir Kritis

Tidak hanya argument yang kuat, keterampilan berpikir kritis juga tak kalah pentingnya. Selain mempertanyakan asumsi, menghadirkan dan mengevaluasi bukti, debat menjadi ajang mengembangkan kemampuan individu untuk mengungkapkan pandangan secara rinci, logis dan berdasarkan bukti. Setelah pondasi proses pembangunan jembatan selanjutnya oprit jembatan. Oprit jembatan ini akan menjadi penghubung jembatan sehingga menjadi jembatan yang utuh. Eits jembatan penghubung belum selesai lho. Setelah pekerjaan oprit jembatan selanjutnya pembuatan drainase pada jembatan dan pengujian loading test jembatan.

Membangun Jembatan Penghubung

Pada akhirnya, debat yang baik tentang jembatan penghubung yang terbuat dari pondasi yang kuat, serta oprit jembatan dan drainase jembatan. Bahan dasar baja dan beton menjadi standar kualitas jembatan penghubung. Debat merupakan ruang dimana tempat pertukaran-pertukaran ide berlangsung, memperkaya pemahaman, dan menghargai keragaman. Hanya dengan membangun jembatan penghubung, kita dapat menemukan jalan pemisah keragaman.


By: Nurul Hasanah

Editor: Kabid & Wakabid

Minggu, 03 Desember 2023

Palestina Butuh Kita

 

Pemicu awal konflik antar Palestina dan Israel adalah perebutan tanah hak milik Palestina. Pemicu ini kemudian terjadilah penjajahan kemanusiaan yang dilakukan oleh biadab Israel. Kekerasan, ancaman, dan pembunuhan sudah menjadi hal yang biasa di Palestina. Di mulai dari tahun 1967 hingga sekarang Israel menjajah Palestina tanpa ampun. Ratusan nyawa dan bangunan hancur diserang Israel. Hujan roket dan ledakkan bom menjadi hal biasa. Penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina menyebabkan perekonomian memburuk parah, bahkan kelaparan dimana-mana. Masyarakat Palestina hanya mengandalkan bantuan dari negara lain untuk bertahan hidup. Namun masyarakat Palestina tidak tinggal diam, mereka terus berjuang untuk mempertahankan tanah airnya. Mereka memilih untuk berjuang atau mati syahid.

Tidak tinggal diam Palestina melakukan penyerangan pada tanggal 7 Oktober 2023 dengan mengirimkan ribuan roket ke Israel. Penyerangan ini membuat Israel geram dan melakukan penyerangan balik, yang menyebabkan korban jiwa terus bertambah. Banyak sekali korban jiwa terutama perempuan, anak kecil, balita hingga bayi pun menjadi korban.

Penyerangan Israeterhadap Palestina sebagai bentuk perlawanan dianggap sebagai teroris oleh Amerika Serikat. Jika melihat dari siapa yang paling kejam? Israel lah yang paling kejam, puluhan tahun masyarakat Palestina dijajah dan tertindas. Begitu sebaliknya ketika Israel menyerang, menindas, membusur, membunuh, membantai masyarakat Palestina, Amerika Serikat hanya terdiam. Amerika Serikat seringkali menyebut dirinya sebagai negara yang menghargai nilai-nilai keadilan, mencegah penindasan, ini tidak berlaku pada Palestina.

Dikutip dari CNBC Indonesia penyerangan Palestina oleh Hamas terhadap Israel telah memakan korban 600 jiwa warga Israel, 2.000 terluka dan ratusan lainnya disandera oleh Hamas. Hamas adalah salah satu gerakan pejuang kemerdekaan Palestina. Palestina termotivasi untuk menyerang Israel salah satu sebabnya ialah ingin menggagalkan normalisasi Arab Saudi dengan Israel. Perlawanan Hamas ini mematahkan mitos yang katanya tentara Israel paling baik dan tangguh.

Penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina selama bertahun-tahun tidak kunjung selesai. PBB, WHO dan organisasi internasional lainnya tidak turut ikut campur, ini sangat dipertanyakan, tidak perlu memandang ideologi atau agama, cukup menjadi manusia yang peduli sesama. Tidak ada lagi Hak Asasi Manusia di Palestina, semua dihancurkan oleh Israel. Ketika penderitaan yang dirasakan oleh saudara kita Palestina, sangatlah wajar jika mereka melakukan perlawanan. Palestina berjuang untuk mendapatkan hak-haknya kembali, Palestina ingin hidup bebas dan damai tanpa harus adanya penindasan.

Bertepatan hari santri 22 Oktober 2023 Israel kembali melakukan penyerangan udara di Gaza. Puluhan mayat terlentang di depan halaman masjid Al Aqsa. Tidak sampai di sini penyerangan kembali di sebuah rumah di Gaza. Penyerangan terus digalakan oleh Israel tidak tau sampai kapan. Ini salah satu balasan Israel terhadap serangan palestina kepada Israel Minggu lalu. Dikutip dari detikjateng.com untuk memperingati hari santri nasional, para santri menggelar salat gaib untuk saudara kita palestina di yayasan perguruan Islam monumen Mujahidin Bageng, kecamatan Gembong, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Salat gaib dilaksanakan pukul 07.30 WIB yang 2 dipimpin oleh kiai Ahid Nabhan selaku pengasuh pondok pesantren Mujahidin Bageng. Shalat gaib ini dilakukan sebagai bentuk prihatin kepada masyarakat Palestina yang tertindas oleh biadab Israel.

Penderitaan masyarakat Palestina akibat kebiadaban Israel, ada banyak orang-orang yang berhati mulia dan simpati turut memberikan bantuan. Salah satunya masyarakat Indonesia yang selalu konsisten membantu Palestina. Dukungan masyarakat Indonesia berupa pengumpulan dana, membangun rumah sakit di Gaza, bahkan terjun langsung membantu masyarakat Palestina. Dan beberapa masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan kemanusiaan di Palestina, mati syahid dalam tugasnya.

Bukan hanya Indonesia, ada banyak bentuk dukungan-dukungan Palestina. Dikutip dari CNBC Indonesia, dalam laga Liverpool vs Everton penonton mengibarkan bendera Palestina sebagai wujud solidaritas untuk masyarakat Palestina. Selanjutnya dikutip dari liputan6.com demostran pro palestina membanjiri jalanan menuju gedung kongres Amerika Serikat menuntut diakhirinya aksi militer Israel di Gaza. Kemudian dikutip dari sindonews.com seorang Khamzat Chimaev meminta izin kepada Ramzan Kaydrov untuk menyerahkan dirinya berperang untuk Palestina. Dan banyak lagi aksi-aksi lainnya yang mendukung saudara kita di Palestina.

Lantas mengapa kita harus membela saudara kita di Palestina?

Penjajahan Israel terhadap Palestina sangat erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan keadilan. Tidak perlu menjadi muslim cukup menjadi manusia yang peduli terhadap sesama. Tujuan dari pembelaan ini untuk mengakhiri penjajahan Israel terhadap Palestina. Kita sebagai umat Islam dan manusia sebagai pendukung keadilan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu, membela dan mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, negara yang berdaulat dan negara yang independen. Tidak hanya itu, kemerdekaan Indonesia yang pertama kali diakui oleh dunia adalah Palestina. Palestina mendukung kemerdekaan kita. Untuk itu, mengapa masih dipertanyakan? Ada banyak dukungan yang telah dilakukan jadi tunggu apa lagi?

Dalam kitab suci Al-Qur’an penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina tercatat dalam firman-Nya surat Al-A’raf ayat 137 yang berbunyi : Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah tertindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. Dari banyak nya dukungan-dukungan untuk saudara kita palestina yang telah dilakukan, tentunya terbuka lah hati kita untuk turut serta membantu dan mendoakannya. Untuk itu mari kita berdoa untuk saudara kita di Palestina.


By : Nurul Hasanah

Editor : Kabid & Wakabid

Minggu, 19 November 2023

Bingkai Acara Dan Closing Ma’rifah Jilid VII “ Bersatu Dengan Terciptanya Keberagaman Budaya “


Setelah beberapa rangkaian acara pada tanggal 18 November, kali ini pada hari Minggu, 19 November 2023 ICIS UIN KHAS Jember kembali meramaikan suasana kampus UIN KHAS Jember yang dihadiri oleh peserta lomba Ma’rifah Jilid VII se-Jawa Timur. Semua peserta telah sampai dilokasi, baik dari dalam kota ataupun luar kota yang tentu sudah siap mengikuti ajang sebuah perlombaan. Semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti ajang kompetisi ini sangat tampak, dengan kedatangannya pada hari sabtu malam, bahkan terdapat beberapa peserta yang turut memeriahkan acara grand opening pada hari Sabtu.

Terdapat 6 cabang lomba dalam acara ini, yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Hifdzil Qur’an, Kaligrafi Kontemporer, Khitobah Arabiyah, Reading Poetry, dan juga Musabaqoh Fahmil Qur’an yang diikuti secara beregu. Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB yang di tiap-tiap ruangan yang sudah dipersiapkan. Prepare yang dipersiapkan oleh peserta sangatlah matang. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai properti yang dibawa oleh peserta, contohnya pada lomba Reading Poetry dengan berbagai macam kostum yang ditampilkan, bahkan singo ulung dari salah satu peserta ikut memeriahkan acara lomba. Lain dari itu, penampilan-penampilan yang ditampilkan di masing-masing cabang lomba sangatlah spektakuler.

Antusiasme peserta juga tampak dari jumlah peserta yang andil dalam menyukseskan acara Ma’rifah Jilid VII ini. Terhitung ada 342 peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa timur menghiasi kawasan UIN KHAS Jember. Bahkan tingginya suhu kota Jember saat ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menampilkan performa terbaiknya. Sesuai dengan data yang ada, peserta terbanyak yang mengikuti ajang lomba yakni dari cabang lomba Musabaqoh Fahmil Qur’an dengan total 99 peserta yang dibagi menjadi 33 regu. Hal ini sangat menujukkan suksesnya acara yang diselenggarakan oleh ICIS UIN KHAS Jember yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh tim panitia.

Melihat banyaknya peserta, lomba kali ini terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pagi dan siang yang dipisah dengan waktu ishoma. Lomba pada acara Ma’rifah ini, tentunya membuat para juri kebingungan dalam menilai karena best performance dari setiap peserta yang dibawakan. Lomba Ma’rifah akan berakhir pada pukul 16.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan acara closing Ma’rifah Jilid VII.

Closing acara Ma’rifah dimulai pada pukul 19.30 WIB yang dipandu dengan dua host. closing Ma’rifah ini merupakan rangkaian acara terakhir yang ada dalam susunan acara Ma’rifah Jilid VII dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Ma’rifah  yakni sesi penerimaan hadiah atas prestasi yang diraih oleh para juara. Acara ini dimulai dengan prakata yang disampaikan oleh ketua panitia Ma’rifah, kemudian disusul oleh prakata dari presiden ICIS dan terakhir disampaikan oleh pembina ICIS UIN KHAS Jember. Sebelum memasuki acara inti yakni pengumuman juara dan pembagian hadiah, terlebih dahulu para audience disuguhkan dengan acara hiburan yang diisi oleh tim tari ICIS UIN KHAS Jember. Performance ini juga untuk mengiringi acara inti pada closing Ma’rifah Jilid VII.

Pembagian hadiah dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB, tampak wajah bahagia dari para pemenang lomba Ma’rifah Jilid VII. Para juara maju dan naik ke atas panggung untuk mengambil piala penghargaan dan tak lupa pula sesi pengambilan foto untuk diabadikan.

Dengan ditutupnya acara ini oleh host closing Ma’rifah jilid VII, berakhirlah acara Ma’rifah Jilid VII. Acara yang sangat meriah ini tentunya akan memberikan banyak kenangan bagi seluruh yang turut andil dalam mewujudkan suksesnya acara Ma’rifah Jilid VII, baik dari panitia, peserta, tamu undangan, pihak sponshorsip serta media partner. Harapan untuk selanjutnya adalah ICIS UIN KHAS Jember  terus menjadi wadah dalam acara Ma’rifah yang dapat mengembangkan potensi putra dan putri bangsa serta menjadi wasilah untuk mencapai mimpi-mimpi mereka.

 

By : Choula Afifah & Yuly Navisah

Editor : Kabid & Wakabid

MEMAHAMI ADAT DALAM BINGKAI SYARI’AT MELALUI SEMINAR NASIONAL MA’RIFAH JILID VII



Pada hari Sabtu, 18 November 2023 tepatnya pukul 13.00 WIB setelah acara grand opening Ma’rifah Jilid VII resmi dibuka, ICIS UIN KHAS Jember mengadakan acara seminar nasional dengan judul “STANDAR BUDAYA NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF DAKWAH ISLAM” yang dibawakan oleh Lora Ismael Al-Kholilie dan Gus M. Ali Zainal Abidin atau biasa dikenal dengan sapaan Gus Ebid. Seminar ini merupakan serangkaian acara dari MA’RIFAH Jilid VII yang dipandu oleh ustad Fathoni Arifandi selaku kehormatan ICIS dan dibuka dengan opening speech oleh ustad M. Imam Machfudi, kepala UPB UIN KHAS Jember.  Seminar ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember lantai 3 dengan suasana yang sangat tenang dan antusias penonton dari kalangan umum. Materi yang dibawakan, mampu menghipnotis para audience untuk menyimak setiap kata yang disampaikan oleh pemateri. Dengan dipandu oleh seorang moderator, acara seminar tersebut mengalir lancar sampai pada akhir acara.

Sesuai dengan tema yang ditawarkan dalam seminar ini, lora Ismael Al-Kholilie menjelaskan bahwa datangnya syari’at bukan untuk menyalahi adat. Beliau juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dakwah adalah sesuatu yang cakupannya luas, bukan terbatas pada metode ceramah dengan menyampaikan ajaran Islam saja, tetapi keluar dari situ dakwah dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dengan metode penampilan wayang sebagai media dakwah. Dari sejarah ulama Nusantara menunjukkan bahwa Islam tidak kontradiktif dengan budaya, “ افعل ما تشاء ما لم يخالف الشرع   yang artinya lakukan budaya selama praktiknya sesuai dengan syari’at agama. Konteks penyebaran wali songo perlu diikuti, yakni menyebarkan agama dengan akulturasi budaya dan dengan menggunakan metode “bullus”  filosofinya “melebu tapi alus, alon-alon asal kelakon” lembut menyentuh hati yang menggambarkan dakwah wali songo bil hikmati yang disimbolkan dengan seekor kura-kura sungai.

Beliau juga menjelaskan bahwa “لا ينبغي الخروج من عادة الناس” maksudnya jika daerah kita memiliki suatu adat, budaya, dan juga tradisi, maka kita dianjurkan untuk mengikuti kebiasaan daerah tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menarik dan menjaga hati warga disekeliling daerah tersebut dan juga agar tidak terjadi fitnah antar golongan. Akan tetapi hal ini dibatasi dengan sesuatu yang berkaitan dengan syari’at, yakni jika adat tersebut menyalahi aturan syari’at, maka lebih baik untuk dihindari.

Penyampaian materi yang sangat kompleks disampaikan dengan jelas, penyampaian tersebut dilanjutkan oleh gus Ebid sebagai pemateri ke-2 dalam acara seminar tersebut. Gus Ebid menyambung penjelasan bahwa,” تزببت وانت خرس ” yang bermakna generasi muda jangan terlalu cepat dalam mencari panggung, hendaklah dengan memperbanyak modal keilmuan dan akhlak terlebih dahulu. Dawuhnya “Jika terdapat alumni muda, maka jangan terburu-buru untuk mendirikan sebuah yayasan, akan tetapi alangkah baiknya jika membantu yang lebih tua dalam memajukan dan juga mengembangkan sebuah yayasan.”

Seminar tersebut berakhir pada pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama dengan pemateri. Seluruh  audience, baik peseta seminar atau panitia berkesempatan mengabadikan momen yang berharga ini. Tak hanya foto, banyak dari audience juga mengabadikan momen ini dalam bentuk video.


By : Choula Afifah & Yuly Navisah

Editor : Kabid & Wakabid

Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...