Selasa, 06 Agustus 2024
Psikologi Liburan: Bagaimana Perjalanan Meningkatkan Kesehatan Mental, Khususnya bagi Mahasiswa
Senin, 17 Juni 2024
Nabi Marah pada Orang Yang Tidak Mau Berkurban?
Ibadah qurban mungkin sudah tidak asing lagi bagi umat islam. Ibadah yang dilaksanakan pada hari raya idul adha pada tanggal 10 dan di hari-hari tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ini menjadi moment yang ditunggu-tunggu selain perayaan Idul Fitri. Di mana, pada hari tersebut orang- orang akan berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu menyumbangkan sebagian hartanya untuk berqurban.
Namun, hukum ibadah qurban bukanlah wajib, melainkan sunah muakkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Lalu bagaimana hukum orang yang tidak mampu dalam berkurban?
Nah, ternyata pada zaman Rasulullah S.A.W ada beberapa sahabat yang tidak mampu dalam berqurban akan tetapi mereka tetap menghormati ibadah satu ini dengan cara yang lucu, yaitu dengan menyembelih hewan ternak mereka berupa ayam. Salah satunya yaitu sahabat Ibnu bin Abbas ra.
Ibnu Abbas adalah salah satu sahabat nabi yang merayakan Idul Adha dengan bersedekah berupa ayam jago, karena Ibnu Abbas yakin bahwa kesunahan dalam Idul Adha yaitu ada yang disembelih. Bukan tanpa sebab, makna dari idul adha sendiri yaitu "yaumul aklim wa syurbin" hari makan dan minum, sehingga menyembelih hewan (selain hewan qurban) bermaksud untuk menghilangkan ketamakan, bagi orang yang tidak mampu. Maka dari itu, Ibnu Abbas menyembelih ayam untuk bersedekah.
Namun, dalam pandangan umat Islam kadang salah kaprah karena jika tidak ada hewan qurban untuk disembelih maka tidak menyembelih sama sekali.
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :
وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ,
Apa yang aku perintahkan atas kalian maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian. (HR. Bukhari No. 7288 dan Muslim No. 1338.) Wallahu a’lam.
Maka dari itu, jika tidak bisa berqurban, hendaklah kita bersedekah di hari yang mulia dengan apa yang kita bisa, bukan dengan cara tidak bersedekah sama sekali.
Lain hal dengan orang yang mampu, akan tetapi tidak berqurban, bagaimanakah hukumnya?
Dalam ceramah K. H. Marzuki Mustamar beliau menjelaskan bahwa Nabi S.A.W. marah pada orang yang mampu tapi tidak mau berqurban, salah satu hadist mengatakan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa mempunyai kelapangan rejeki sedang ia tak mau berkurban, maka jangan sekali-kali ia mendekati tempat shalat kami” (HR: Sunan Ibnu Majah)
Maka dari itu, hendaklah kita menyisihkan sebagian harta yang kita punya untuk orang yang berhak menerima dengan cara berkurban bagi orang yang mampu dan menyembelih hewan apa saja yang penting halal bagi orang yang belum mampu berqurban.
Namun, menurut Gus Baha dalam Chanel YouTube Ngaji Cerdas Gus Baha yang berjudul "Gus Baha-Cara qurban yang diajarkan Ibnu Abbas-Teks bahasa Indonesia" menegaskan dari kisah Ibnu Abbas di atas, bahwa sembelihan hewan selain hewan qurban pada hari raya Idul Adha jangan diniatkan untuk berqurban, melainkan sedekah dan "mayoran" karena kesunahan dalam idul adha adalah menyembelih hewan apa saja yang halal jika tidak mampu berqurban agar menghilangkan sifat tamak dalam diri, yaitu tidak mengharap pemberian hewan qurban dari orang lain..
By: Dyan Aghfa Khoirina
Editor: Kabid & Wakabid Litbang
Senin, 27 Mei 2024
Resensi Buku Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Identitas Buku
- Judul: Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela (judul asli: "窓ぎわのトットちゃん" atau "Madoiwa no Totto-chan")
- Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
- Tanggal Terbit: Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Gramedia Utama, Jakarta 2008.
- Genre: Novel autobiografi, pendidikan, inspirasional
- Penerbit: Berbagai penerbit di Jepang, dan di berbagai negara di dunia.
- Jumlah Halaman: 293 (Pada Edisi Revisi, Penerbit Gramedia Utama Cetakan ke-30, Juli 2023)
- Tema Utama: Pendekatan pendidikan alternatif, nilai-nilai persahabatan dan kasih sayang, keunikan individu, pertumbuhan pribadi.
Sinopsis
Totto-chan adalah seorang gadis kecil yang memiliki keceriaan dan keingintahuan yang besar terhadap dunia di sekitarnya. Totto Chan sangat menikmati menonton kelompok pengamen jalanan, bahkan ketika sedang pelajaran berlangsung. Dia sering berdiri di dekat jendela dan menunggu mereka datang. Inilah mengapa dia dijuluki sebagai "gadis cilik di jendela", sesuai dengan judul novel ini. Kisah Totto Chan dimulai dengan kebiasaannya membuka dan menutup meja sekolahnya karena dia merasa senang melakukannya. Namun, semua tindakannya itu membuat guru-gurunya marah padanya. Mereka menganggap Totto Chan nakal dan sulit diatur, sehingga akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah umum. Pihak sekolah tidak mengerti bagaimana cara menangani anak seperti Totto Chan.
Namun, Sang Ibu Totto Chan, yang sangat memahami anaknya, mencari sekolah baru untuknya. Dia menemukan sekolah yang sangat berbeda dari yang lain di Jepang, sebuah sekolah yang terletak dalam gerbong kereta api yang tidak terpakai.
Di sekolah ini, bahkan tiangnya pun tidak seperti tiang sekolah biasanya yang terbuat dari besi dan beton, melainkan dua batang pohon yang hidup. Totto Chan sangat tertarik dan tidak sabar untuk segera pergi ke sekolah baru itu. Akhirnya, dia masuk ke sekolah itu, sekolah yang bernama Sekolah Tomoe, sebuah sekolah yang tidak konvensional dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang penuh kasih, Mr. Kobayashi.
Di Sekolah Tomoe, Totto-chan mengalami pengalaman pendidikan yang berbeda dari sekolah-sekolah konvensional. Dia belajar dari interaksi antara guru dan siswa, serta dari pengalaman sehari-hari yang unik di sekolah tersebut. Mr. Kobayashi, dengan pendekatan pedagoginya yang inovatif, memberikan perhatian khusus kepada setiap siswa, termasuk Totto-chan.
Selama di Sekolah Tomoe, Totto-chan menjalin persahabatan yang erat dengan teman-temannya dan belajar banyak tentang nilai-nilai seperti persahabatan, kerjasama, dan keberanian. Dia juga menghadapi tantangan dan kesulitan, tetapi dengan bantuan guru-gurunya dan Mr. Kobayashi, dia belajar untuk mengatasi setiap rintangan dengan kepala tegak.
Novel ini menggambarkan pertumbuhan karakter Totto-chan dari seorang gadis kecil yang polos menjadi seorang yang penuh semangat, percaya diri, dan peka terhadap dunia di sekitarnya. Melalui kisahnya, pembaca diajak untuk merenungkan makna sebenarnya dari pendidikan, persahabatan, dan kasih sayang dalam membentuk kepribadian seseorang.
Resensi
"Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela" merupakan sebuah novel yang menggambarkan kisah hidup seorang gadis kecil bernama Totto-chan. Novel ini ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1981. Cerita ini diadaptasi dari pengalaman nyata penulisnya sendiri saat masih kecil.
Novel ini memperlihatkan perjalanan hidup Totto-chan, seorang gadis yang unik dan penuh dengan keceriaan. Dia adalah seorang anak yang memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia di sekitarnya. Ketertarikannya pada hal-hal kecil dan keingintahuannya yang besar membawanya ke berbagai petualangan yang menarik.
Sebagian besar cerita berfokus pada tahun-tahun Totto-chan di Sekolah Tomoe, sebuah sekolah yang tidak konvensional di Tokyo yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang penuh kasih, Mr. Kobayashi. Di sekolah ini, Totto-chan belajar banyak hal tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari yang unik dan interaksi antara guru dan siswa.
Novel ini tidak hanya menghibur pembacanya dengan cerita-cerita lucu dan menyentuh, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan yang mendalam tentang pentingnya keunikan setiap individu, pentingnya pendidikan yang inklusif, dan kekuatan kasih sayang dalam membentuk karakter seseorang.
Dengan gaya penceritaan yang sederhana namun menggugah, "Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela" berhasil menyentuh hati pembaca dari berbagai kalangan. Meskipun sebenarnya target audience novel ini adalah anak-anak. Melalui kisah Totto-chan, pembaca diajak untuk melihat dunia dengan mata yang penuh keajaiban dan menyadari bahwa setiap orang memiliki potensi yang luar biasa dalam dirinya.
Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan dalam isinya:
Kelebihan:
- Inspiratif: Kisah perjalanan hidup Totto-chan dan pengalamannya di Sekolah Tomoe dapat menginspirasi pembaca untuk melihat dunia dengan cara yang lebih optimis, kreatif, dan penuh semangat.
- Menyentuh Hati: Novel ini menghadirkan momen-momen yang menyentuh hati, terutama dalam hubungan antara Totto-chan dengan teman-temannya, guru-gurunya, dan Mr. Kobayashi. Pesan-pesan tentang kasih sayang dan persahabatan sangat kuat terasa.
- Pendekatan Pendidikan Alternatif: Sekolah Tomoe yang digambarkan dalam novel ini menunjukkan pendekatan pendidikan alternatif yang tidak terlalu terikat pada kurikulum formal. Hal ini bisa membuka wawasan pembaca tentang beragam metode pembelajaran yang mungkin lebih cocok bagi beberapa anak.
- Menghadirkan Realitas Jepang: Novel ini memberikan wawasan yang dalam tentang budaya Jepang, terutama dalam konteks pendidikan. Pembaca dapat memahami lebih dalam tentang sistem pendidikan Jepang dan bagaimana nilai-nilai seperti disiplin, rasa hormat, dan kerja sama diintegrasikan dalam pendekatan pendidikan.
Kekurangan:
- Keterbatasan Perspektif: Karena novel ini berfokus pada pengalaman Totto-chan, pandangan lain tentang Sekolah Tomoe atau sudut pandang lain dari karakter-karakternya mungkin tidak terlalu terwakili.
- Ketergantungan pada Kisah Anak: Sebagian besar cerita dalam novel ini berkutat pada pengalaman anak-anak. Ini mungkin membuat pembaca dewasa merasa kurang tertarik atau kesulitan mengidentifikasi diri dengan cerita tersebut.
- Kesederhanaan Plot: Bagi pembaca yang mencari plot yang kompleks atau alur cerita yang rumit, novel ini mungkin terasa kurang memuaskan karena lebih fokus pada momen-momen kecil dan pertumbuhan karakter.
- Potensi Stereotip: Meskipun novel ini menghadirkan pesan inklusif dan menghargai keunikan setiap individu, ada potensi bahwa beberapa karakter atau situasi dapat dianggap stereotip atau terlalu idealis.
Meskipun demikian, "Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela" tetap menjadi salah satu novel yang penuh inspirasi dan menyentuh hati bagi banyak pembaca dengan membawa pesan universal tentang kebaikan, keunikan, dan pentingnya pendidikan yang inklusif.
By: Shabrina Ilal 'Ulya
Editor: Kabid & Wakabid Litbang
Selasa, 21 Mei 2024
EUFORIA KEKELUARGAAN ICIS UIN KHAS JEMBER DALAM KEGIATAN MATARAM 2024 DAN MILAD ICIS KE-16
ICIS UIN KHAS JEMBER kembali merayakan ulang tahun yang ke-16 sekaligus melaksanakan kegiatan tahunan ICIS, MATARAM (Masa Ta’aruf dan Mahabbah). Wisata puncak Badean – Panti menjadi tempat momentum perayaaan MATARAM 2024 dan MILAD ICIS ke-16 pada tanggal 18-19 Mei 2023. MATARAM2024 dan MILAD ICIS ke-16 mengusung tema “Ciptakan Semangat Kebersamaan Tuai Keharmonisan” yang menggambarkan pentingnya sebuah kolaborasi, dukungan, dan persatuan dalam menciptakan keharmonisan di antara individu dan komunitas. Selain itu juga mengajak setiap anggota ICIS untuk saling mendukung, bekerja sama, serta menghargai perbedaan untuk mencapai tujuan bersama. Semangat kebersamaan tersebut menjadi pondasi untuk membangun hubungan yang kuat dan harmonis. Sehingga, setiap anggota ICIS akan merasa dihargai, didukung, dan memiliki peran Ketiga elemen “semangat, kebersamaan dan keharmonisan” merupakan kata yang berkesinambungan yang nantinya akan membentuk energi dan hubungan yang sangat kuat jika disatukan. Harapan lain yang dibawa dalam tema ini adalah anggota ICIS dapat menjadi manusia yang berenergi besar untuk terus berkembang bersama sama melalui keharmonisan antar anggota dan peduli terhadap lingkungan sekitar serta pentingnya dalam mencapai kesuksesan bersama.
Sebelum pemberangkatan, peserta melakukan check in terlebih dahulu pukul 07.00 sd 08.30 WIB. Pukul 08.40 WIB seluruh panitia dan peserta berangkat menuju tujuan puncak Badean dan sampai sekitar pukul 09.15 WIB. Sesampainya di lokasi, panitia mengarahkan peserta untuk beristirahat terlebih dahulu dan kemudian berkumpul di aula utama acara berlangsung. Pukul 10.00 WIB acara diisi dengan pre-opening yang mana kegiatan tersebut berisikan sharing story seputar perjalanan menuju lokasi dan ice breaking yang dipandu oleh Kak Ghefira dan Kak Audi. Kemudian dilanjut dengan acara pembukaan pukul 11.00 WIB yang dipandu oleh Duo MC, kak Alfin dan Kak Hasna. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kak A. Rozi Al-Hafi selaku Ketua Panitia, sambutan yang kedua disampaikan oleh Kak Ahmad Farid Mukhlis selaku Presiden ICIS dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Nidzom Hamami Abicandra, M. Pd. I selaku Pembina ICIS I. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan MARS ICIS , lalu pemotongan tumpeng dan acara terakhir yakni pelepasan balon sebagai penutup dari rangkaian acara pembukaan. Acara demi berlangsung dengan khidmat.
Kegiatan kedua yaitu ISHOMA kemudian dilanjutkan dengan Meet and Greet yakni acara kumpul per kelompok dan dilanjutkan dengan divisi. Pada kegiatan kumpul perkelompok ini, para peserta diajak oleh penanggung jawab kelompok masing-masing untuk saling mengenal satu sama lain dan juga mempersiapkan penampilan apa yang akan mereka suguhkan untuk acara pentas seni di malam hari. Nah, pada saat kumpul per divisi, setiap Kepala divisi mengajak anggotanya having fun dengan tujuan lebih mengeratkan jiwa kekeluargaan. Sedangkan setelah sholat magrib berjamaah, para peserta dan panitia membaca yasin dan tahlil bersama-sama sebagai wujud doa dan harapan agar ICIS UIN KHAS diumur yang ke 16 ini dapat menjadi lebih baik dan menorehkan banyak prestasi.
Dimalam hari, setelah sholat Isya’ berjama’ah seluruh peserta dan panitia berkumpul kembali di aula utama guna mengikuti kegiatan yang dinanti yakni pentas seni. Penampilan pertama yakni kelompok 4, kelompok Pattimura. Kelompok ini membawakan drama tentang Ibu yang mengandung dan membesarkan anak durhaka. Namun, saat Sang Ibu telah tiada sang anak mengalami kesedihan yang teramat pedih dikarenakan ia tersadar bahwa sosok yang selama ini menyayanginya tanpa masa meninggalkan ia selamanya. Dilanjutkan dengan kelompok lain yang tak kalah sempurna penampilan mereka didepan para audience.
Acara setelahnya yaitu remembering the history of ICIS. Seluruh peserta dan panitia diajak duduk mengelilingi api unggun yang sedang berkobar gemerlapnya malam. Kak Ryoga selaku pemateri menceritakan bagaimana sejarah ICIS ini dapat berdiri sampai sekarang dan tak lupa beliau juga menceritakan masa-masa-masa sulit yang pernah dihadapi oleh ICIS serta para tokoh yang berpengaruh dan lahir di ICIS UIN KHAS. Penutup kegiatan hari itu adalah penayangan film True Spirit yang menceritakan kisah seorang gadis yang melewati berbagai rintangan dan tantangan untuk mencapai cita-cita nya.
Esok paginya kegiatan Mataram tak kalah seru dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Setelah melewati suasana dingin malam, peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Matahari perlahan mulai naik, peserta diarahkan untuk melakukan senam bersama guna untuk memelihara kebugaran tubuh. Senam berlangsung sekitar 1 jam dan dipimpin oleh kak Ica dan kawan-kawan. Sebelum beralih pada kegiatan selanjutnya, seluruh peserta dan panitia sarapan bersama ditempat senam sebari menikmati udara pagi yang segar dan suguhan keindahan alam setempat yang asri. Setelah mengisi stamina, peserta diajak untuk bermain gobak sodor dan estafet air. Keseruan terus berlangsung dan membuat panitia merasa cemburu akan keseruan tersebut. Sehingga diakhir kegiatan game, panitia dan dewan konsultan dan kehormatan bermain game estafet air sebagai penutup keseruan game pada pagi hari ini.
Sebelum acara penutupan Mataram 2023 peserta dan panitia dihimbau untuk membersihkan kawasan mereka dan merapikan barangnya masing-masing sebagai persiapan pulang. Pada acara penutupan yang dipandu oleh Kak Ubai dan Kak Audi para pemenang diumumkan. Namun, sebelum penyampaian pengumuman, disampaikan pesan dan kesan dari ketua panitia, kak Rozi dan presiden ICIS, kak Farid. Adapun pemenang-pemenang keseruan Mataram 2024 dan Milad ICIS ke-16, yakni :
- Winner Gobar sodor : Kelompok 3 (Rasuna said)
- Winner Estafet air : Kelompok 6 (Soepomo)
- The Best Performance : Kelompok 2 (Malahayati)
- The Best grup : Kelompok 1 (Dewi Sartika)
- Best Participant Mataram : Alif Abdullah Faqih
Terakhir foto bersama oleh seluruh peserta dan panitia sebagai dokumentasi momen kegiatan Mataram 2024 dan Milad ICIS ke-16 di Puncak Badean - Panti - Jember
By: Muflih. K
Editor: Kabid & Wakabid Litbang
Selasa, 09 April 2024
MENGENAL ZAKAT FITRAH: KEWAJIBAN DAN MAKNANYA
Ramadhan hampir usai. Saatnya menunaikan kewajiban membayar zakat. Zakat Fitrah adalah salah satu kewajiban yang dimiliki umat Muslim di bulan Ramadan. Zakat ini memiliki tujuan membersihkan diri dan jiwa dari kesalahan dan dosa, serta memastikan bahwa setiap umat Muslim dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebersihan dan kesucian hati. Pada bulan Ramadhan, zakat fitrah dilaksanakan dengan membayar zakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Zakat Fitrah juga memiliki banyak sekali keutamaan seperti keberkahan dalam harta, membersihkan jiwa, hingga memperkuat solidaritas antar sesama. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (QS. Al-Baqarah [2]: 43).
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Zakat mengandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan. Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Adapun pengertian dari Zakat fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Zakat fitrah merupakan bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu serta berbagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri yang dapat dirasakan semuanya, termasuk masyarakat yang kurang mampu.
Dikutip dari berita detik.com, tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk membersihkan harta dan sebagai penyempurna ibadah puasa karena dengan menunaikan zakat dapat menjadi penutup kekurangan-kekurangan puasa yang kita lakukan seperti kecerobohan dan kelalaian dalam pelaksanaan puasanya, sekalipun disadari maupun tidak. Berikut hadits mengenai tujuan dan manfaat menunaikan zakat fitrah.
زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Artinya: "Zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari omong kosong dan kata-kata kotor, serta untuk memberi makan orang miskin."
Selain itu, dengan menunaikan zakat fitrah juga bertujuan untuk memberdayakan fakir miskin dan golongan penerima zakat lainnya (hamba sahaya, gharim, mualaf, fisabilillah, ibnu sabil, dan amil). Tujuan utama dari Zakat Fitrah adalah untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama saat hari raya Idul Fitri. Dengan membayar Zakat Fitrah, umat Muslim dapat memastikan bahwa saudara-saudara mereka, yang kurang mampu juga dapat merayakan Idul Fitri dengan layak dan bahagia. Selain itu, Zakat Fitrah juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.
Besaran zakat fitrah yang dilansir dari BAZNAS.go.id harus dikeluarkan oleh setiap individu sebesar satu sha’ atau setara dengan 3,5 liter makanan pokok yang umum dikonsumsi di daerah setempat, seperti beras, gandum, atau kurma. Nilai zakat fitrah juga dapat diukur dengan nilai uang yang setara dengan harga makanan pokok tersebut. Zakat Fitrah yang terkumpul kemudian didistribusikan kepada yang berhak menerima, seperti fakir miskin, Amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan Ibnu sabil. Distribusi ini biasanya dilakukan oleh lembaga-lembaga amil zakat yang telah terpercaya.
Dikutip dari Fiqh Zakat karya Muhammad Sabir membayar Zakat Fitrah memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain membersihkan diri dari dosa, ia juga menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk membayar Zakat Fitrah sebagai bagian dari kewajiban agama. Zakat Fitrah adalah wujud nyata dari rasa sosial dan kepedulian umat Muslim terhadap sesama. Melalui kewajiban ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, adil, dan saling mendukung satu sama lain, terutama di saat-saat penting seperti Idul Fitri.
Mari kita jadikan Zakat Fitrah sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kesadaran sosial, dan memperkuat keimanan kita dalam menyongsong hari raya yang penuh berkah. Selamat menunaikan ibadah Zakat Fitrah, semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum, Eid Mubarak!
By: Aidatum Muslimah & Mawaddatul Khoiriyah
Editor: Kabid & Wakabid
Selasa, 26 Maret 2024
Gelar TOOLS dan Buka Bersama, Ketua Bidang : Tahun Ini Adalah Gelaran Paling Meriah dari Tahun Sebelumnya
Institute of Culture and Islamic Studies (ICIS) UIN KHAS Jember menggelar Training Of Organizer and Leadership Skill (TOOLS) dan Buka Bersama di gedung laboratorium Fakultas Dakwah pada Sabtu (23/3).
Acara ini merupakan agenda tetap yang dilaksanakan oleh Bidang Kaderisasi setiap tahunnya di mana pada tahun ini mengusung tema “ Qur’anic Reflections: Uniting Through Leadership and Organization in Iftar Gathering”. Bidang Kaderisasi juga bekerja sama dengan Bidang Public Relation untuk menyukseskan acara yang dimaksud.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi Maslah Datil Ben mengungkapkan bahwa kegiatan ini selain untuk memeriahkan bulan Ramadhan, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta skill anggota ICIS terkait keorganisasian secara umum, juga sebagai sarana silaturahmi bagi sesama anggota. Maslah juga mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini merupakan gelaran yang paling meriah di antara gelaran sekolah kaderisasi di tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dilihat tahun ini paling meriah juga kesannya buka bersama ini jadi kesempatan buat reuni dengan alumni dan para anggota” ungkapnya.
Acara pertama dimulai setelah zuhur yaitu Khotmil Qur’an yang di selenggarakan oleh seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER baik pengurus dan anggota. Kemudian acara dilanjutkan dengan acara inti yakni TOOLS atau Sekolah Kaderisasi yang dilaksanakan dengan dua materi dan empat sesi. Masing-masing materi mendapat dua sesi untuk pemaparan materi dan tanya jawab.
Sesi pertama yakni materi tentang Keorganisasian yang di sampaikan oleh Muhammad Hasbi As Shiddiqi, mantan Ketua Divisi Fahmil Qur’an sekaligus Dewan Konsultan ICIS. Acara berlangsung aktif dan interaktif dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh audiens pada saat sesi tanya jawab. Kemudian sesi kedua yaitu materi tentang Kepemimpinan yang disampaikan langsung oleh Genta Ardhytama Yudha yang merupakan mantan Ketua Divisi Bahasa Arab dan juga Dewan Konsultan ICIS. Acara yang dimoderatori oleh Qamaruz Zaman tersebut mendapat antusias yang baik oleh para audiens.
Agenda dilanjutkan dengan Takjil On The Road atau bagi-bagi takjil oleh seluruh peserta TOOLS dan panitia. Bagi-bagi takjil di pusatkan pada dua titik, titik pertama di depan tugu nama kampus atau jalan segitiga dan titik kedua di gapura sebelah Polsek Kaliwates.
Agenda yang dinanti pun tiba yaitu Buka Bersama oleh seluruh pantia dan peserta yang juga dihadiri oleh Dewan Konsultan dan Dewan Kehormatan. Salat Maghrib Berjamaah dan foto bersama menjadi penutup dari rangkaian acara TOOLS yang dilaksanakan oleh Bidang Kaderisasi serta diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota baru dari berbagai Divisi di ICIS UIN KHAS Jember.
By: Qamaruz Zaman
Editor: Kabid & Wakabid
Minggu, 10 Maret 2024
Hilal Belum Terlihat: 1 Ramadhan 1445 H Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024
Puasa adalah salah satu rukun Islam umat Muslim yang harus dipenuhi. Adapun definisi dari puasa ialah menahan diri dari makan dan minum, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Banyak sekali keseruan yang hanya terjadi saat bulan ramadhan; ngabuburit, tarawih, berburu takjil dan berbagai keseruan lainnya. Di tahun 2024 ini umat Islam di Indonesia sedang menunggu hasil keputusan sidang isbat Kemenag perihal kapan tepatnya 1 ramadhan.
Dalam sidang isbat di auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (10/3) yang dihadiri oleh tim Kemenag, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, BRIN dan BMKG, menyatakan bahwa awal puasa jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Hal ini didasarkan pada posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia yang masih belum terlihat. Adapun sidang isbat dilakukan oleh tim hisab dan rukyat Kemenag sejak jam 17.00 lalu pada Minggu (10/03).
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa, 1 Ramadhan 1445 H ialah Senin, 11 Maret 2024. Metode yang digunakan, metode hisab wujudul hilal hakiki. Berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1445 H. Bulan baru menjelang ramadhan terjadi pada 29 Sya'ban 1445 H atau 10 Maret 2024 M. Pada saat matahari terbenam di Yogyakarta hilal sudah wujud. Pun di wilayah Indonesia, bulan berada di atas ufuk kecuali Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Maka, tanggal 1 ramadhan adalah keesokan harinya. Tepatnya tanggal 11 Maret 2024.
Meskipun terjadi perbedaan dalam penetapan tanggal 1 ramadhan antara NU dan Muhammadiyah, Menag Yakut Cholil Qoumas, menghimbau kepada umat Muslim untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan toleransi.
Berikut Edaran Menag No SE. 1 tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi:
- Umat Islam diimbau tetap menjagi ukhuwah islamiyah, meski ada perbedaan dalam penetapan 1 ramadhan.
- Umat Islam menunaikan ibadah puasa dan Idul Fitri sesuai dengan syariat Islam.
- Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
- Umat Islam diimbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.
- Takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
- Takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah islamiyah.
- Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan.
- Materi ceramah Ramadan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
- Mengimbau kepada umat Islam untuk lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.
Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT.
By: Rofidatul Ulum
Editor: Kabid & Wakabid
Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang
Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...
-
Identitas Buku Judul: Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela (judul asli: "窓ぎわのトットちゃん" atau "Madoiwa no Totto-chan") Penulis...
-
Menakjubkan, salah satu keluarga besar ICIS UIN KHAS Jember telah mencetak sebuah karya luar biasa yang mana sekaligus merupakan ma...
-
Proses pengukuhan peserta dengan perwakilan peserta terbaik Apakah kata "PERGABA" terdengar asing di telinga kalian? Atau ada y...





.jpg)