Rabu, 12 Mei 2021

LAGI, IDUL FITRI BERDAMPING COVID-19. APA YANG BISA KULAKUKAN?

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Laa ilaa ha illallaahu wa Allaahu Akbar

Allaahu Akbar wa lillaahil hamd

    Gema takbir berkumandang di malam 1 Syawal 1442 H. Kaum muslimin menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, perayaan Idul Fitri saat ini masih tetap seperti tahun lalu yang dirasa masih tidak biasa. Ya, dikarenakan masih dalam masa pandemi Virus Corona, maka tetap ada batasan dalam perayaan Idul Fitri kali ini. Salah satunya adalah yang menjadi tradisi lebaran, yaitu mudik. Untuk menjaga penyebaran virus corona, pemerintah mengeluarkan keputusan mengenai larangan mudik. Tentunya keputusan ini memanglah tidak mudah untuk diterima masyarakat, mengingat mudik merupakan salah satu momen yang ditunggu untuk dapat berkumpul bersama seluruh anggota keluarga besar. Sejalan dengan hal ini, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo juga menyampaikan permohonan maafnya bagi masyarakat yang berniat mudik, "Mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana tahun ini. Mohon bersabar, karena keputusan ini diambil tidak mudah, berdasarkan data yang dikumpulkan setahun terakhir," kata Doni. Beliau menjelaskan, larangan mudik Lebaran 2021 dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat. Beliau pun berharap masyarakat memahami tujuan larangan mudik yang ditetapkan Pemerintah Indonesia. 

    Meskipun tanpa mudik, ada beberapa hal nih yang tetap bisa kita lakukan untuk merayakan Idul Fitri di rumah. Simak berikut ini yaa:

Minggu, 18 April 2021

MAKNA PERAYAAN ISRA’ MI’RAJ DI TENGAH PANDEMI (JUARA III LOMBA ARTIKEL)

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan perjalanan luar biasa dari masjidil haram ke masjidil aqsha menuju sidratul muntaha yang sering kita kenal dengan sebutan isra’ mi’raj. Peristiwa tersebut juga sempat membuat heboh warga mekkah baik dari kalangan umat islam maupun dari kalangan non Islam karena sulit diterima oleh akal dan logika manusia. Sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah SWT Q.S Al-Isra’ ayat 1 yang artinya “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Alah agar kami perhatikan kepadanya sebagian tanda-tanda (kekuasaan) kami. Sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha melihat’’. Dalam ayat ini, Allah SWT sudah menjelaskan skenario perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sehingga dengan berpatokan pada ayat ini, kita bisa memperoleh pemahaman yang sangat memadai tentang mukjizat isra’ dan mi’raj.

HIKMAH ISRA' MI’RAJ DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (JUARA II LOMBA ARTIKEL)

     Pada abad ke-7 atau sekitar 1400 tahun silam, tanah arab dikejutkan dengan peristiwa maha hebat yang dialami Rasulullah Muhammad SAW. Peristiwa itu dinamakan dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa yang kontan menjadi kontroversi pada masyarakat zaman Nabi. Ada yang ragu-ragu akan kebenaran peristiwa itu, ada yang benar-benar yakin karena percaya dengan ke-Rasulan Nabi Muhammad SAW, dan ada pula yang benar-benar tidak percaya bahkan mencemooh Nabi Muhammad SAW. Isra Mi’raj adalah dua peristiwa berbeda, tapi dikerjakan pada satu malam yang sama. Isra sendiri adalah peristiwa diperjalankannya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsha di Palestina lalu naik ke luar angkasa melalui beberapa tingkatan langit, menuju ke Baitul Makmur, hingga sampai di Sidratul Muntaha.

OPTIMALISASI HIKMAH ISRA’ MI’RAJ DI TENGAH PANDEMI DENGAN LITERASI (JUARA I LOMBA ARTIKEL)

Ada beberapa peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Saw. dan diperingati oleh umat Islam, salah satunya adalah Isra’ Mi’raj. Pada peristiwa tersebut Rasulullah Saw. mendapatkan perintah langsung dari Allah Swt. tanpa perantara Malaikat Jibril, yakni shalat, sehingga shalat adalah ibadah yang paling penting. Selain itu shalat juga merupakan ibadah yang pertama yang akan dihisab (dihitung) di hari akhir kelak. Rasulullah Saw. pernah bersabda, shalat adalah mi’rajnya orang mukmin. Dalam redaksi hadis ini menunjukkan bahwa butuh keimanan yang kuat dalam mempercayai suatu kejadian yang luar biasa tersebut. Bayangkan saja pada waktu itu perjalanan dari Mekkah ke Baitul Maqdis hanya ditempuh semalam saja, padahal belum ada alat transportasi yang secanggih itu untuk menempuh jarak yang jauh tersebut. Selain itu, keimanan yang kuat dibutuhkan untuk mempercayai kuasa Allah yang memperjalankan Rasulullah Saw. menembus langit sampai Sidratul Muntaha. Sebagai pelajaran atau contoh teladan bagi umat manusia untuk menjelajahi langit dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, tentunya juga ada kuasa Allah di dalamnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai berikut :

Sabtu, 17 April 2021

LOMBA ARTIKEL DAN FOTOGRAFI DALAM RANGKA PERAYAAN ISRA' MI'RAJ

    Isra' Mi'raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Oleh karena itu, ICIS IAIN Jember mengadakan lomba artikel dalam rangka memeriahkan peringatan Isra' Mi'raj. Lomba artikel yang diselenggarakan oleh ICIS IAIN Jember ini diikuti oleh seluruh anggota ICIS IAIN Jember angkatan 2019 dan 2020. Nah, berikut ini nama-nama peserta beserta karyanya :

Rabu, 10 Februari 2021

WEBINAR WITH SCHOTERS

    
 Webinar ICIS with Schoters via Zoom

    Sebelumnya, pasti kalian bertanya-tanya, apa itu Schoters? Apa hubungannya Schoters dengan ICIS? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bermunculan di kepala kalian. Jadi, simak tulisan ini hingga akhir yaa... 
 Schoters adalah start up company yang fokus membantu siapa pun untuk kuliah ke luar negeri dan mendapat beasiswa. Tentu, tak asing lagi nama Schoters ini bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri. Nah, kali ini Schoters sedang mengadakan acara Webinar: Getting Your Study Abroad Opportunities untuk Magister dan Doctoral Degree. Acara yang ditunggu-tunggu oleh setiap calon penempuh pendidikan di luar negeri. Pada kesempatan kali ini, Institute of Culture Islamic and Studies (ICIS) IAIN Jember mendapatkan tawaran kerja sama dari pihak Schoters. Mendengar kata kerja sama, insya Allah pasti saling menguntungkan. Apalagi berkaitan dengan hal menuntut ilmu yang memang diwajibkan untuk semua umat muslim di dunia ini. Oleh karenanya, pihak ICIS tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Diterimalah tawaran kerja sama itu dengan harapan mendapat ilmu yang barokah.

Jumat, 05 Februari 2021

PERGABA '20

 

Proses pengukuhan peserta dengan perwakilan peserta terbaik

 Apakah kata "PERGABA" terdengar asing di telinga kalian? Atau ada yang sudah tahu apa itu PERGABA? Ya, istilah PERGABA hanya dimiliki oleh sebuah organisasi yang dikenal dengan Institute of Culture and Islamic Studies (ICIS). Dimana PERGABA sendiri merupakan singkatan dari Perekrutan Anggota Baru. Tentunya anggota baru ICIS IAIN Jember. PERGABA merupakan salah satu agenda ICIS yang selalu diadakan pada setiap periode. PERGABA merupakan upaya ICIS dalam meregenerasi anggota pada setiap tahun ajaran baru.

Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...