Sampai titik darah penghabisan, tetap kuperjuangkan.
Sampai nafasku berhenti pun, tetap kuperjuangkan.
NKRI, tetaplah damai dan jaya selalu.
Sampai titik darah penghabisan, tetap kuperjuangkan.
Sampai nafasku berhenti pun, tetap kuperjuangkan.
NKRI, tetaplah damai dan jaya selalu.
1. Jadilah bijak dengan sikapmu. Karena tak semua perkataan bisa menunjukkan bagian mana bijakmu.
2. Dunia terasa sempit. Untuk orang hanya berfikir negatif. Tapi dunia terasa luas, bagi orang yang berusaha dan terus melangkah mencapai finish.
3. Hiduplah seakan engkau akan bahagia. Meski terkadang banyak masalah, tapi sikapi dengan tenang. Dengan itu hidupmu tak akan bimbang.
4. Nikmati proses mu saat ini. Syukuri pekerjaan mu saat ini. Lakukan yang harus kau lakukan. Sebab nanti kau akan maju sebagai pemenang.
5. Jangan gegabah. Bumi sedang memperbaiki semua. Jaga kesehatan dan terus berusaha belajar giat. Seakan-akan pengumuman hasil sudah besok lusa.
6. Hal terbaik dalam hidup ini adalah bersyukur. Semakin sering kita bersyukur. Maka semakin sering pula kita berterima kasih kepada Allah. Bersyukurlah, supaya hidup lebih bahagia lagi.
7. Akan ada waktunya, yang dianggap rendah akan bangkit. Dia tidak sakit hati, hanya saja orang yang menyayangi dan mendoakan nya setiap hari tidak terima. Maka disaat itu, orang itu akan mencapai pada keberhasilan akibat kesabaran dan tanpa balas dendamnya.
8. Seorang teman yang meninggalkan sahabat nya adalah sebuah kesalahan. Sebab dia meninggalkan sebuah mutiara berharga hanya untuk mendapat perhiasan perak, yaitu teman lain yang dia kira lebih baik daripada teman dulunya.
9. Besok bisa saja kita tertawa. Tapi kita juga tidak tau apakah besok kita akan tetap bahagia. Karena banyak yang tertawa hanya untuk untuk menyembunyikan rasa sedihnya.
10. Adakalanya manusia itu banyak mengeluh. Tapi ciri-ciri dari manusia yang tidak menerima takdir Tuhan adalah mengeluh. Kurangi mengeluh mu dengan memperbanyak sikap bersyukur mu.
11. Jika semua mengagungkan penglihatan, lalu apa kabar dengan kenyataan. Semua terlihat jika dia yang benar, namun sejujurnya aku yang direndahkan, tanpa sengaja keadilan tidak ditegakkan. Yang dibela adalah mereka yang nampak baik dimata namun sejatinya jahat dibelakang.
12. Aku terkadang terlihat baik-baik saja. Hanya untuk menyembunyikan luka, sedang dia yang sebenarnya tidak tersakiti namun bisa membela diri dengan tangisan pura-pura yang dia tampakkan pada semua.
13. Sebaik-baik teman curhat adalah Allah. Allah tidak pernah mengeluh. Allah tidak pernah marah. Allah selalu membuat tenang. Allah selalu bisa memudahkan jalan dan masalah. Allah jua lah yang membuat diri ini faham, bahwa hidup hanya akan dimenangkan oleh orang yang terlihat kalah. Namun dia sesungguhnya adalah pemenang.
14. Terkadang aku ingin pergi. Jika semua sudah tak ingin berkawan, semua sudah berlagak di atas. Namun aku hanya bisa bungkam, hanya bisa diam. Meskipun hati ini tertekan oleh keadaan.
15. Banyak manusia melupa akan indahnya menjadi diri sendiri. Bersyukur adalah jalan terbaik. Dengan cara kita menikmati kelebihan diri, disana kita dapat merasakan artinya kesederhanaan.
16. Banyak insan yang hanya memperdulikan kritik mereka. Mereka hanya tau keadaan ku yang baik-baik saja. Tapi tidak dengan kondisi kedua malaikatku. Semoga kelak mereka bisa merasakan apa yang aku rasakan.
17. Semua menuntut keinginan nya terpenuhi. Tidak ada yang tahu, bahwa kita semua akan kembali ke masyarakat. Jangan sedih jika suatu saat tuntutan mu kembali ke dirimu sendiri. Jangan sedih juga jika harga dirimu direndahkan.
18. Belajar bersama dan mengajak pada kebaikan adalah hal paling sempurna. Tanpa harus berpilih kasih. Tanpa saling menjatuhkan. Tidak ada yang lebih baik dari orang yang selalu di pojokkan.
19. Tidak ada yang salah ketika kita banyak bermimpi. Yang salah ialah ketika kita hanya berhalusinasi tanpa tindakan pasti. Tau akan harapan namun tidak bisa menjadikannya sebuah kenyataan.
20. Lekaslah sembuh duhai negeri. Kesuburan mu adalah anugerah terindah. Untuk semua penduduk negeri. Bersyukur adalah jalan terbaiknya.
Karya sederhana ini, kami persembahkan untuk :
1. Ibu dan Bapak tercinta atas segala limpahan kasih sayang yang tak putus-putus dan tak mungkin bisa tergantikan dengan apapun. Semoga Allah selalu mengasihi mereka sebagaimana mereka mengasihiku.
2. Kepada semua guru-guruku, khusus untuk pak yai Soleh Mahalli sekeluarga yang telah berkenan mendidik dan mengarahkan penulis selama kami belajar di Probolinggo.
3. Yang terakhir, buat semuanya yang pernah menghiasi perjalanan hidupku hingga saat ini.
PEMBAHASAN.
Tertawa
merupakan sesuatu yang sudah sangat tidak asing dalam kehidupan sehari-hari
dalam masyarakat. Dalam sehari pasti ada orang yang tertawa sendiri ataupun
bersama-sama. Apalagi sekarang ini banyak acara-acara dalam stasiun televisi
yang menyuguhkan adegan-adegan yang mengundang tawa.Terlepas dari hal tersebut,
ternyata Islam secara umum, dengan ditemukannya. beberapa ayat dan hadis, mencoba untuk
“meminimalisir” gejolak tertawa ini.
Terlebih
dalam kajian tasawuf, tawa semakin tidak mempunyai tempat untuk tetap “berjaya”. Al-Quran
sendiri menyinggung mengenai tertawa sebanyak sepuluh kali, lima diantaranya
mengecam adanya tawa ini. Dilain pihak, dengan semakin majunya ilmu pengetahuan
dan teknologi, dalam dunia kesehatan dan psikologi, tawa malah didaulat sebagai
sesuatu yang sangat bermanfaat bagi manusia baik secara fisik, mental, maupun
sosial. Sekelumit perdebatan inilah yang menjadikanpembahasan penulis mengenai
tertawa dalam al-Quran perspektif psikologi ini kiranya menjadi
menarik.
Pokok
masalah yang akan dikaji adalah mengenai tertawa dalam kajian al-Quran dengan
pendekatan Psikologi. Dengan
demikian sebenarnya tertawa adalah sesuatu yang hukum asalnya adalah boleh. Jika itu
berlebihan pasti akan menyebabkan keburukan, tetapi jika dilakukan sesuai
dengan kadarnya, pada situasi kondisi yang tepat, dan dengan motivasi yang
tepat, maka disitulah letak dari manfaat tawa bisa diperoleh. Begitu juga sebaliknya.
Kata
tertawa terdiri dari dua kata. Jika ditulis dengan metode pemenggalan baku bahasa
Indonesia menjadi ter-tawa. Jadi kata dasar dari tertawa adalah tawa. Kata tawa
adalah kata benda, kemudian diimbuhi awalan ter- yang merubah kedudukannya
menjadi kata kerja. Tawa
didefinisikan
sebagai sebuah ungkapan rasa gembira, senang, geli, dan sebagainya dengan
mengeluarkan suara pelan, sedang, atau keras dengan gembira. Bercanda atau tertawa
merupakan bagian dari sikap natural manusia, dan dalam kontruksi
keilmuan berada pada wilayah kajian sosiologis, psikologis, dan
komunikasi. Maksudnya, peneliti menilai bahwa etika bercandadan tertawa tidak
bisa di dekati oleh landasan moral-teologis saja.
Maka,
upaya untuk
membuktikan Islam dalam prinsip “Shalih Likulli Zaman wal Makan”. Islam sebagai sebuah
system yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan.
Bagaimana
Islam dalam hal ini etos dan etik Nabi Muhammad memandang tertawa dan
bercanda? Bagaimana para ulama menginterpretasi teks Al-Qur’an dan
Hadis lalu memberikan argumentasi. Lalu, terakhir bagaimana kajian
sosiologis, komunikasi, dan psikologi menilai argumentasi dari konsep tertawa dan
bercanda dalam perspektif Islam.
Maka,
untuk itu peneliti
menilai bahwa Konsep Bercanda Dan Tertawa Dalam Persfektif Hadis (Studi
Hadis Maudhu’i) mesti dikupas dan
layak
di lakukan penelitian. Etika
yang mulia memiliki porsi besar dalam Islam, karena Islam adalah agama yang
menghimpun seluruh kebaikan. Dan perkara paling penting yang harus seorang
muslim perhatikan dalam hidup keseharian, adalah mengamalkan sunnah
Rasulullah Saw dalam semua gerak dan diamnya, perkataaan dan
perbuatan sehingga hidupnya berjalan secara sistematik berdasarkan Sunnah
Rasulullah Saw
dari pagi hingga sore hari.
Dan,
terutama tawa dan tangis yang tercipta karena media ini, secara tidak kita
sadari, pembaca menyadari bahwa telah terjadi pergeseran yang begitu jauh dari
tawa dan tangis yang dialami oleh orang-orang pada masa lalu.
Pembaca
pun juga akan menyadari bahwa tawa yang kerap dimaksudkan untuk mengolok-olok,
merupakan tawa orang yang tidak beriman, dimana perbuatan itu pula telah
dikecam dalam Al-Quran. Pembaca
bisa mengetahui tertawa orang beriman, salah satunya dicontohkan oleh Nabi
Sulaiman a.s. yang dikisahkan dalam Al-Quran ketika ia mendengar seekor semut
menyuruh semut-semut lain masuk ke sarang mereka khawatir terinjak pasukan
Sulaiman. Ketika mendengar seruan semut itu, Nabi Sulaiman a.s. tertawa, lalu
berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-mu
yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku
dapat berbuat kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku
bertobat kepada-mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim (Q.S. al-Ahqaf: 15)”.
Dimana, tertawa di sini bukan tertawa yang menyebabkan ingkar dan lupa Allah,
melainkan tertawa yang mengantarkan kepada doa dan syukur.
Dan,
hal yang tidak bisa kita lepas saat membaca buku ini, tentunya tawa dan tangis
itu sendiri. Yang maksudnya, kita membaca buku ini bisa tertawa sekaligus
menangis. Tertawa, karena Hasan Tasdelen menyuguhkan pelbagai anekdot yang
diambil dari para penulis karya klasik, dimana, ia juga memberi pesan bahwa
anekdot-anekdot yang disuguhkan pada bagian pertama jangan dinilai sebagai teks
sejarah yang tidak diragukan kebenarannya. Anekdot-anekdot tersebut lebih
bertujuan untuk menghibur, melepas lelah, dan mengistirahatkan pikiran.
Sedangkan,
tangis yang barangkali kita alami, dikarenakan kesadaran kita akan riwayat
mereka dan riwayat kita sekarang. Dimana, ayat-ayat Al-Quran muncul dalam
kesehariannya, dalam setiap percakapan dan lakunya. Jadi, dengan meminjam
pernyataan Hasan Tasdelen, pembaca merasa bahwa buku ini bertujuan pula untuk
“menunjukkan bagaimana Al-Quran berpengaruh terhadap setiap detik kehidupan
orang beriman.”
Dan
Apakah al-Qur'an itu mempunyai sebuah persaan sehingga al-Qur'an itu bisa
menangis ? dan apakah al-Qur'an itu juga bisa tertawa ?
Ya,
tentu saja al-Qur'an sering kali menangis. Kapan al-Qur'an itu menangis ? al-Qur'an
menangis waktu manusia tidak membaca bahkan membuka kitab suci ( al-Qur'an)
lagi, padahal, kita sebagai seorang umat Muslim tau bahwa al-Qur'an yang
nantinya akan menjadi penyalamat kita di akhirat nanti. Tetapi, kenapa masih
saja banyak yang tidak melaksanakannya ( membaca al-Quran ) ? dan apakah
al-Qur'an itu cuman untuk menjadi pajangan saja ?
Dan
kita tau sekarang manusia lebih banyak membaca chatt atau membuka handpone
dibandingkan membaca atau membuka al-Qur'an. Apakah kita mendapatkan pahala ?
dan Apakah sebuah handphone akan menyelamatkan kita di akhirat nanti
?
Dan
apakah diakhirat nanti kita akan ditanyakan pernahkah kamu membuka
handpone atau membaca chatt ? , Tentu saja jawabannya" tidak".
Kita
bahagia didunia namun al-Qur'an menangis karena melihat manusia tidak mau lagi
membaca al-Qur'an.
Jika
diakhirat nanti kita ditanya " pernahkah kamu membaca al-Qur'an" ?
dan kita tidak bisa lagi berdusta . mulut kita berbicara dengan sendirinya. Dan
al-Qur'an pun akan datang dan dia akan berkata yang sebenarnya " dia
tidak pernah membaca saya , dia sibuk dengan dunianya, pekerjaannya, sehingga
dia lupa dengan saya "
Sebenarnya,
sekarang kita mempunyai banyak waktu untuk membaca al-Qur'an. Tetapi, kenapa
kita tidak meluangkan waktu itu untuk membaca al-Qur'an ?
Dan
banyak orang beralasan aku tidak bisa membaca Al-Qur'an karena aku sibuk ,
Subhan Allah
Hari
kiamat nanti Allah akan hadirkan orang-orang yang sibuk dari pada kita, dia
punya anak sepuluh dia berhasil mendidik anaknya menjadi hafiz hafizah, subhan
Allah
Banyak
orang yang punya satu anak, dua anak tidak bisa mendidik anaknya , apa alasan
kepada Allah SUBHANAHU WA TA'ALA di hari kiamat ??
Ketika
Allah bertanya kalian mengatakan " aku sibuk " aku tidak
punya waktu , apa alasan kita kepada Allah subhanu wa ta'ala ?? kita berkata
" nggak punya waktu ke mesjid "
Allah
datangkan ini orang tidak punya kaki rajin ke mesjid. Apa alasan kita "
aku tidak punya waktu baca Al-Qur'an ". Allah datangkan orang-orang buta
ini hamba-Ku buta tidak bisa melihat dia hafal Al-Qur'an. Mau kemana kalian
lari ?
Kita
sebagai umat seorang umat Muslim tau bahwa al-qur'an itu adalah kitab suci
kita. Dan kita tau kalau mendengerkan seseorang membaca al-Qur'an saja kita
mendapatkan pahala apa lagi kita yang membancanya. Tetapi masih saja kita tidak
melaksankannya.
Apakah
kita akan rugi jika kita meluangkan waktu kosong kita untuk membaca al-Qur'an ?
tentu "tidak" bukan.
Jadi,
apakah kalian masih males membaca al-Qur'an ?
Jika
kalian mau al-Qur'an menyelamatkan kalian waktu di akhirat nanti. Maka mulailah
membaca al-Qur'an ubahlah kebiasaan males kalian untuk membaca
al-Qur'an.
Kapan
al-Qur'an itu tertawa ?
Al-qur'an
sangat bahagia melihat umat manusia membaca al-Qur'an, dan diakhirat
kita. Al-Qur'an tertawa bahagia saat kita melantunkan ayat-ayat suci
al-Qur'an. Dan kita pun akan merasa tenang waktu melantunkan nanti dialah akan
menjadi penyalamat ayat-ayat al-Qur'an.
Al-Qur'an sangat bahagia waktu kita menyentuhnya dan membacanya. Tetapi, jika kita tidak menyentuhnya maka al-Qur'an akan menangis atau bersedih. Sudah kita ketahui bahwa al-Qur'an lautan hikmah tanpa tepi bagi siapun yang menyelaminya, obat bagi segala penyakit, dan pedoman dalam menjalani hidup yang fana ini.
Safina Fitriani
Divisi Fahmil
Salam Prestasi!!!
Sebagai umat muslim, kita semua tahu bahwa al-quran adalah kitab yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad SAW secara mutawattir atau berangsur-angsur melalui perantara malaikat jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Alquran diturunkan sebagai bentuk mu’jizat kepada nabi Muhammad SAW. Alqur’an berisi tentang ayat ayat yang mengajarkan kita akan dua hal yaitu pertama tentang ketauhidan, dan yang kedua adalah mengajarkan tentang hukum dan fikih. Selain itu, isi alquran juga mengajarkan kita agar tidak hanya menjaga hubungan baik kepada allah, tetapi menyuruh kita agar menjaga hubungan baik kepada sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Contoh Alquran yang di dalamnya mengajarkan tentang hukum dan fikih diantaranya yaitu, di dalam alquran terdapat ayat yang memerintahkan agar kita tidak meminum minuman keras atau yang memabukkan, tidak mendekati zina dan memakan makanan yang harom. Di dalam alquran juga ada perintah untuk kita selalu berbuat baik kepada orang lain, selalu sabar, dan tidak suudzon dengan orang lain.
Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar
Laa ilaa ha illallaahu wa Allaahu Akbar
Allaahu Akbar wa lillaahil hamd
Gema takbir berkumandang di malam 1 Syawal 1442 H. Kaum muslimin menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, perayaan Idul Fitri saat ini masih tetap seperti tahun lalu yang dirasa masih tidak biasa. Ya, dikarenakan masih dalam masa pandemi Virus Corona, maka tetap ada batasan dalam perayaan Idul Fitri kali ini. Salah satunya adalah yang menjadi tradisi lebaran, yaitu mudik. Untuk menjaga penyebaran virus corona, pemerintah mengeluarkan keputusan mengenai larangan mudik. Tentunya keputusan ini memanglah tidak mudah untuk diterima masyarakat, mengingat mudik merupakan salah satu momen yang ditunggu untuk dapat berkumpul bersama seluruh anggota keluarga besar. Sejalan dengan hal ini, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo juga menyampaikan permohonan maafnya bagi masyarakat yang berniat mudik, "Mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana tahun ini. Mohon bersabar, karena keputusan ini diambil tidak mudah, berdasarkan data yang dikumpulkan setahun terakhir," kata Doni. Beliau menjelaskan, larangan mudik Lebaran 2021 dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat. Beliau pun berharap masyarakat memahami tujuan larangan mudik yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.
Meskipun tanpa mudik, ada beberapa hal nih yang tetap bisa kita lakukan untuk merayakan Idul Fitri di rumah. Simak berikut ini yaa:
Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...