Sabtu, 02 Maret 2024

MENGINTIP KHIDMATNYA PERGABA’23- THE MINERS - ICIS UIN KIAI HAJI ACHMAD SHIDIQ JEMBER




Sabtu, 02 Maret 2024 ICIS UIN KHAS JEMBER kembali mengisi kemeriahan kampus tercinta. ICIS UIN KHAS mengadakan agenda tahunan mereka, yakni PERGABA (Perekrutan Anggota Baru). PERGABA’23 kali ini mengusung tema The Miners yang berasal dari kata “miner” yang memiliki arti “penambang". Tema ini memiliki filosofi bahwa anggota baru ICIS merupakan para penambang hebat yang bergerak maju ke dalam “goa” untuk mencari permata yang sempurna. Dalam artian lain setiap anggota baru icis yang bergabung dapat menggali minat, bakat, serta potensi yang mereka miliki sesuai bidang yang telah mereka pilih. Anggota baru ICIS merupakan mahasiswa-mahasiswa yang terpilih untuk mengasah kemampuan-kemampuan hebat mereka bersama seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER. Sehingga, Ketika mereka sampai di "goa” mereka sudah siap menggali permata. ICIS UIN KHAS JEMBER dianalogikan sebagai goa yang menampung cita-cita mulia yang disimbolkan dengan permata yang sempurna. Tak salah jika “Diamond” merupakan simbol yang tepat untuk tema ini karena diamond merupakan permata yang sangat berharga dan bernilai tinggi. Hal tersebut menggambarkan bahwasannya anggota baru ICIS diharapkan menjadi manusia yang baik, berharga dan bervalue tinggi serta berprestasi. Warna utama atau warna yang dominan adalah warna “Biru” mewakili langit dan laut, dan dikaitkan dengan ruang terbuka, kebebasan, intuisi, imajinasi, luas, inspirasi, dan kepekaan. Selain itu, biru juga mewakili makna kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, ketulusan, kebijaksanaan, stabilitas, iman, surga, dan kecerdasan. Sehingga, makna dari tema kali ini memberikan sebuah harapan besar bagi anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER agar menjadi sosok insan mulia yang tanpa letih menggali kemampuan-kemampuan mereka dan mengembangkan potensi diri agar menjadi sosok hebat yang berprestasi di bidang akademik dan ilmu qur’ani yang berlandaskan iman, ikhsan dan ihwan.

Pergaba’23 dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai 3 yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan diantaranya, pembina icis, dewan konsultan, tamu kehormatan serta 211 peserta dari seluruh divisi. Acara dimulai pada pukul 09. 00 WIB dan dibuka oleh MC 3 bahasa kebanggan ICIS UIN KHAS JEMBER yang penampilannya sangat memukau dengan performa yang sangat spektakuler yang tentunya menggambarkan semangat tinggi yang dimiliki oleh seluruh anggota ICIS UIN KHAS JEMBER. Acara selanjutnya yakni pembacaan ayat suci Al-qur’an, kemudian diisi dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia yaitu Farah Fauziyah Firdaus, dilanjutkan sambutan kedua yang disampaikan oleh Presiden ICIS UIN KHAS JEMBER, Ahmad Farid Mukhlis. Sambutan terakhir disampaikan oleh Pembina ICIS UIN KHAS JEMBER yaitu Ustadz M. Nidhom Hamami Abicandra M. Pd. Sesi sambutan telah berlalu, selang beberapa waktu masuk pada acara inti yang ditunggu-tunggu yaitu pengukuhan anggota baru yang diwakili oleh Ustadz Nidhom untuk melakukan pengucapan janji yang kemudian diikuti oleh para anggota serta pemakaian jasket icis yang diwakili oleh anggota baru dari setiap divisi simbolis telah diterimanya mereka sebagai keluarga ICIS UIN KHAS JEMBER.

Masuk pada sesi selanjutnya yaitu acara penampilan setiap divisi yang dipandu oleh 2 host kece, yakni Jayyid dan Nurul Hasanah yang menemani para peserta dalam acara pergaba’23. Peserta juga diajak berbincang santai tentang perasaan dan kesan mereka menjadi anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER. Tak hanya itu, peserta juga disuguhkan dengan pertunjukan PENSI (PENTAS PRESTASI) sebagai pengenalan dan hiburan oleh pengurus dan anggota ICIS. PENSI yang pertama dipersembahkan oleh divisi Bahasa arab yang menampilkan sebuah drama yang mengisahkan cerita tentang Dewi Masyitoh dan Fir’aun yang mana, pada saat itu Fir’aun murka mengetahui bahwa Dewi Masyotoh menyembah Allah SWT bukan dirinya. Penampilan kedua dilanjutkan oleh divisi kaligrafi yang menjelaskan sejarah dan biografi singkat tokoh terkemuka yang berkecimpung dalam divisi kaligrafi, serta menampilkan macam-macam khat dalam kaligrafi. Penampilan ketiga dari divisi tahfidz yang memaparkan sambung ayat dan hifdzil qur’an. Persembahan selanjutnya oleh fahmil qur’an yang menyajikan syarhil qur’an dengan tema politik Indonesia, kemudian disusul oleh divisi tilawah yang mendinginkan Gedung Kuliah Terpadu dengan gema wahyu Ilahi. Penampilan terakhir ditutup oleh persembahan epic dari divisi Bahasa Inggris yang menggambarkan kondisi negara Palestina dengan sebuah mini drama. Kibaran bendera Palestina diiringi lagu Atouna El Toufoule yang berkumandang mampu menusuk relung hati penonton karena penampilan tersebut sangat amat menyerupai apa yang saudara kita alami disana.

Acara PENSI selesai. Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pada anggota baru yang berhasil membuat video terbaik ketika menyanyikan Mars icis uin khas jember, mereka adalah Alfito Attur Nurfath dan M. Yusrizal Lifianto. Disusul dengan pengumuman peserta terbaik pada setiap divisi, yakni:

1) Bahasa arab : Nadhiva qulba

2) Bahasa Inggris : Alif abdullah faqih

3) Tahfidz : Zilla zainati arifah

4) Tilawah : Zuhriyatul Hariroh

5) Kaligrafi : Rosidah Halimatul Millah

6) Fahmil : Mirzana intan rahmasari

Masuk pada sesi selanjutnya yakni pembacaan do'a yang juga menandai berakhir sudah seluruh rangkaian acara pengukuhan para anggota baru ICIS UIN KHAS JEMBER. Sebelum meninggalkan tempat, para anggota baru diharuskan berkumpul didepan pentas bersama anggota divisinya masing-masing untuk sesi dokumentasi.


By: Yuly Navisa dan Alda Karunia

Editor: Kabid & Wakbid






Senin, 19 Februari 2024

4 PRINSIP DEBAT YANG WAJIB KAMU KETAHUI!

 


Debat, seperti sebuah jembatan, menghubungkan beragam pandangan dan pemikiran. Jembatan ini menjadi tempat memperdebatkan dan memperluas pemahaman tentang suatu topik atau isu, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memperoleh sudut pandang baru yang diterima kedua belah pihak. Debat dilakukan oleh siapa saja secara umum, dalam proses hukum, kalangan pemerintah dan kepentingan perlombaan. For your information ICIS UIN KHAS JEMBER menyediakan ruang buat kamu yang suka debat loh. Selain itu ICIS UIN KHAS JEMBER, juga memberikan benefit bagi para pencinta lomba debat. Tidak bisa dipungkiri debat dapat berpontensi arena konflik jika tidak dibangun dengan dasar prinsip-prinsip menghargai integritas, saling menghargai dan keadilan.

 1.    Menghargai Keragaman

Debat harus didasari dengan sikaf inklusif. Jika setiap pihak memiliki sikap inklusif maka akan tercipta sikap menghargai. Sangatlah penting setiap pihak menghormati dan mempertimbangkan pandangan yang beragam, bukan mencoba menjatuhkan dan menindaskan pihak lain. Dalam sebuah debat tentunya akan kaya dengan berbagai ide-ide yang membentuk landasan sehingga akan tumbuh pemikiran-pemikiran yang berkelanjutan. Jika salah satu pihak tidak memiliki sikap inklusif maka debat tidak akan mendapatkan hasil, hanyalah rasa keegoisan mengutamakan pandangan sendiri.

2.  Mengutamakan Etika

Etika berkomunikasi sangatlah penting dalam debat. Debat yang berkualitas akan menekankan pentingnya berperilaku sopan, memanipulasi dan tidak mengutik persoalan pribadi. Sejak debat capres dan cawapres 2024, etika komunikasi dalam debat sering dibincangkan. Salah satu capres dan cawapres 2024 dalam debatnya menyinggung persoalan pribadi capres dan cawapres 2024. Hal inilah kemudian menjadi sorotan publik tentang standar kualitas dalam debat. Menghargai lawan debat dan mencari kebenaran merupakan inti dari debat yang bermakna dan bernilai.  

 

3.  Membangun Argumentasi

Selain menghargai keragaman dan mengutamakan etika dalam debat, harus ada argument yang kuat dan dapat dibuktikan. Argumentasi yang kuat menjadi pondasi suatu jembatan. Seperti jembatan, jika bukan dari semen dan beton yang berkualitas maka jembatan itu akan mudah rapuh dan tidak bertahan lama. Pondasi berupa menanamkan silinder beton hingga ke lapisan yang keras akan menjadi pertukaran pandangan yang substansial.

 

4.  Keterampilan Berpikir Kritis

Tidak hanya argument yang kuat, keterampilan berpikir kritis juga tak kalah pentingnya. Selain mempertanyakan asumsi, menghadirkan dan mengevaluasi bukti, debat menjadi ajang mengembangkan kemampuan individu untuk mengungkapkan pandangan secara rinci, logis dan berdasarkan bukti. Setelah pondasi proses pembangunan jembatan selanjutnya oprit jembatan. Oprit jembatan ini akan menjadi penghubung jembatan sehingga menjadi jembatan yang utuh. Eits jembatan penghubung belum selesai lho. Setelah pekerjaan oprit jembatan selanjutnya pembuatan drainase pada jembatan dan pengujian loading test jembatan.

Membangun Jembatan Penghubung

Pada akhirnya, debat yang baik tentang jembatan penghubung yang terbuat dari pondasi yang kuat, serta oprit jembatan dan drainase jembatan. Bahan dasar baja dan beton menjadi standar kualitas jembatan penghubung. Debat merupakan ruang dimana tempat pertukaran-pertukaran ide berlangsung, memperkaya pemahaman, dan menghargai keragaman. Hanya dengan membangun jembatan penghubung, kita dapat menemukan jalan pemisah keragaman.


By: Nurul Hasanah

Editor: Kabid & Wakabid

Minggu, 03 Desember 2023

Palestina Butuh Kita

 

Pemicu awal konflik antar Palestina dan Israel adalah perebutan tanah hak milik Palestina. Pemicu ini kemudian terjadilah penjajahan kemanusiaan yang dilakukan oleh biadab Israel. Kekerasan, ancaman, dan pembunuhan sudah menjadi hal yang biasa di Palestina. Di mulai dari tahun 1967 hingga sekarang Israel menjajah Palestina tanpa ampun. Ratusan nyawa dan bangunan hancur diserang Israel. Hujan roket dan ledakkan bom menjadi hal biasa. Penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina menyebabkan perekonomian memburuk parah, bahkan kelaparan dimana-mana. Masyarakat Palestina hanya mengandalkan bantuan dari negara lain untuk bertahan hidup. Namun masyarakat Palestina tidak tinggal diam, mereka terus berjuang untuk mempertahankan tanah airnya. Mereka memilih untuk berjuang atau mati syahid.

Tidak tinggal diam Palestina melakukan penyerangan pada tanggal 7 Oktober 2023 dengan mengirimkan ribuan roket ke Israel. Penyerangan ini membuat Israel geram dan melakukan penyerangan balik, yang menyebabkan korban jiwa terus bertambah. Banyak sekali korban jiwa terutama perempuan, anak kecil, balita hingga bayi pun menjadi korban.

Penyerangan Israeterhadap Palestina sebagai bentuk perlawanan dianggap sebagai teroris oleh Amerika Serikat. Jika melihat dari siapa yang paling kejam? Israel lah yang paling kejam, puluhan tahun masyarakat Palestina dijajah dan tertindas. Begitu sebaliknya ketika Israel menyerang, menindas, membusur, membunuh, membantai masyarakat Palestina, Amerika Serikat hanya terdiam. Amerika Serikat seringkali menyebut dirinya sebagai negara yang menghargai nilai-nilai keadilan, mencegah penindasan, ini tidak berlaku pada Palestina.

Dikutip dari CNBC Indonesia penyerangan Palestina oleh Hamas terhadap Israel telah memakan korban 600 jiwa warga Israel, 2.000 terluka dan ratusan lainnya disandera oleh Hamas. Hamas adalah salah satu gerakan pejuang kemerdekaan Palestina. Palestina termotivasi untuk menyerang Israel salah satu sebabnya ialah ingin menggagalkan normalisasi Arab Saudi dengan Israel. Perlawanan Hamas ini mematahkan mitos yang katanya tentara Israel paling baik dan tangguh.

Penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina selama bertahun-tahun tidak kunjung selesai. PBB, WHO dan organisasi internasional lainnya tidak turut ikut campur, ini sangat dipertanyakan, tidak perlu memandang ideologi atau agama, cukup menjadi manusia yang peduli sesama. Tidak ada lagi Hak Asasi Manusia di Palestina, semua dihancurkan oleh Israel. Ketika penderitaan yang dirasakan oleh saudara kita Palestina, sangatlah wajar jika mereka melakukan perlawanan. Palestina berjuang untuk mendapatkan hak-haknya kembali, Palestina ingin hidup bebas dan damai tanpa harus adanya penindasan.

Bertepatan hari santri 22 Oktober 2023 Israel kembali melakukan penyerangan udara di Gaza. Puluhan mayat terlentang di depan halaman masjid Al Aqsa. Tidak sampai di sini penyerangan kembali di sebuah rumah di Gaza. Penyerangan terus digalakan oleh Israel tidak tau sampai kapan. Ini salah satu balasan Israel terhadap serangan palestina kepada Israel Minggu lalu. Dikutip dari detikjateng.com untuk memperingati hari santri nasional, para santri menggelar salat gaib untuk saudara kita palestina di yayasan perguruan Islam monumen Mujahidin Bageng, kecamatan Gembong, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Salat gaib dilaksanakan pukul 07.30 WIB yang 2 dipimpin oleh kiai Ahid Nabhan selaku pengasuh pondok pesantren Mujahidin Bageng. Shalat gaib ini dilakukan sebagai bentuk prihatin kepada masyarakat Palestina yang tertindas oleh biadab Israel.

Penderitaan masyarakat Palestina akibat kebiadaban Israel, ada banyak orang-orang yang berhati mulia dan simpati turut memberikan bantuan. Salah satunya masyarakat Indonesia yang selalu konsisten membantu Palestina. Dukungan masyarakat Indonesia berupa pengumpulan dana, membangun rumah sakit di Gaza, bahkan terjun langsung membantu masyarakat Palestina. Dan beberapa masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan kemanusiaan di Palestina, mati syahid dalam tugasnya.

Bukan hanya Indonesia, ada banyak bentuk dukungan-dukungan Palestina. Dikutip dari CNBC Indonesia, dalam laga Liverpool vs Everton penonton mengibarkan bendera Palestina sebagai wujud solidaritas untuk masyarakat Palestina. Selanjutnya dikutip dari liputan6.com demostran pro palestina membanjiri jalanan menuju gedung kongres Amerika Serikat menuntut diakhirinya aksi militer Israel di Gaza. Kemudian dikutip dari sindonews.com seorang Khamzat Chimaev meminta izin kepada Ramzan Kaydrov untuk menyerahkan dirinya berperang untuk Palestina. Dan banyak lagi aksi-aksi lainnya yang mendukung saudara kita di Palestina.

Lantas mengapa kita harus membela saudara kita di Palestina?

Penjajahan Israel terhadap Palestina sangat erat kaitannya dengan hak asasi manusia dan keadilan. Tidak perlu menjadi muslim cukup menjadi manusia yang peduli terhadap sesama. Tujuan dari pembelaan ini untuk mengakhiri penjajahan Israel terhadap Palestina. Kita sebagai umat Islam dan manusia sebagai pendukung keadilan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu, membela dan mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, negara yang berdaulat dan negara yang independen. Tidak hanya itu, kemerdekaan Indonesia yang pertama kali diakui oleh dunia adalah Palestina. Palestina mendukung kemerdekaan kita. Untuk itu, mengapa masih dipertanyakan? Ada banyak dukungan yang telah dilakukan jadi tunggu apa lagi?

Dalam kitab suci Al-Qur’an penjajahan kemanusiaan Israel terhadap Palestina tercatat dalam firman-Nya surat Al-A’raf ayat 137 yang berbunyi : Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah tertindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. Dari banyak nya dukungan-dukungan untuk saudara kita palestina yang telah dilakukan, tentunya terbuka lah hati kita untuk turut serta membantu dan mendoakannya. Untuk itu mari kita berdoa untuk saudara kita di Palestina.


By : Nurul Hasanah

Editor : Kabid & Wakabid

Minggu, 19 November 2023

Bingkai Acara Dan Closing Ma’rifah Jilid VII “ Bersatu Dengan Terciptanya Keberagaman Budaya “


Setelah beberapa rangkaian acara pada tanggal 18 November, kali ini pada hari Minggu, 19 November 2023 ICIS UIN KHAS Jember kembali meramaikan suasana kampus UIN KHAS Jember yang dihadiri oleh peserta lomba Ma’rifah Jilid VII se-Jawa Timur. Semua peserta telah sampai dilokasi, baik dari dalam kota ataupun luar kota yang tentu sudah siap mengikuti ajang sebuah perlombaan. Semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti ajang kompetisi ini sangat tampak, dengan kedatangannya pada hari sabtu malam, bahkan terdapat beberapa peserta yang turut memeriahkan acara grand opening pada hari Sabtu.

Terdapat 6 cabang lomba dalam acara ini, yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Hifdzil Qur’an, Kaligrafi Kontemporer, Khitobah Arabiyah, Reading Poetry, dan juga Musabaqoh Fahmil Qur’an yang diikuti secara beregu. Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB yang di tiap-tiap ruangan yang sudah dipersiapkan. Prepare yang dipersiapkan oleh peserta sangatlah matang. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai properti yang dibawa oleh peserta, contohnya pada lomba Reading Poetry dengan berbagai macam kostum yang ditampilkan, bahkan singo ulung dari salah satu peserta ikut memeriahkan acara lomba. Lain dari itu, penampilan-penampilan yang ditampilkan di masing-masing cabang lomba sangatlah spektakuler.

Antusiasme peserta juga tampak dari jumlah peserta yang andil dalam menyukseskan acara Ma’rifah Jilid VII ini. Terhitung ada 342 peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa timur menghiasi kawasan UIN KHAS Jember. Bahkan tingginya suhu kota Jember saat ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menampilkan performa terbaiknya. Sesuai dengan data yang ada, peserta terbanyak yang mengikuti ajang lomba yakni dari cabang lomba Musabaqoh Fahmil Qur’an dengan total 99 peserta yang dibagi menjadi 33 regu. Hal ini sangat menujukkan suksesnya acara yang diselenggarakan oleh ICIS UIN KHAS Jember yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh tim panitia.

Melihat banyaknya peserta, lomba kali ini terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pagi dan siang yang dipisah dengan waktu ishoma. Lomba pada acara Ma’rifah ini, tentunya membuat para juri kebingungan dalam menilai karena best performance dari setiap peserta yang dibawakan. Lomba Ma’rifah akan berakhir pada pukul 16.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan acara closing Ma’rifah Jilid VII.

Closing acara Ma’rifah dimulai pada pukul 19.30 WIB yang dipandu dengan dua host. closing Ma’rifah ini merupakan rangkaian acara terakhir yang ada dalam susunan acara Ma’rifah Jilid VII dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Ma’rifah  yakni sesi penerimaan hadiah atas prestasi yang diraih oleh para juara. Acara ini dimulai dengan prakata yang disampaikan oleh ketua panitia Ma’rifah, kemudian disusul oleh prakata dari presiden ICIS dan terakhir disampaikan oleh pembina ICIS UIN KHAS Jember. Sebelum memasuki acara inti yakni pengumuman juara dan pembagian hadiah, terlebih dahulu para audience disuguhkan dengan acara hiburan yang diisi oleh tim tari ICIS UIN KHAS Jember. Performance ini juga untuk mengiringi acara inti pada closing Ma’rifah Jilid VII.

Pembagian hadiah dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB, tampak wajah bahagia dari para pemenang lomba Ma’rifah Jilid VII. Para juara maju dan naik ke atas panggung untuk mengambil piala penghargaan dan tak lupa pula sesi pengambilan foto untuk diabadikan.

Dengan ditutupnya acara ini oleh host closing Ma’rifah jilid VII, berakhirlah acara Ma’rifah Jilid VII. Acara yang sangat meriah ini tentunya akan memberikan banyak kenangan bagi seluruh yang turut andil dalam mewujudkan suksesnya acara Ma’rifah Jilid VII, baik dari panitia, peserta, tamu undangan, pihak sponshorsip serta media partner. Harapan untuk selanjutnya adalah ICIS UIN KHAS Jember  terus menjadi wadah dalam acara Ma’rifah yang dapat mengembangkan potensi putra dan putri bangsa serta menjadi wasilah untuk mencapai mimpi-mimpi mereka.

 

By : Choula Afifah & Yuly Navisah

Editor : Kabid & Wakabid

MEMAHAMI ADAT DALAM BINGKAI SYARI’AT MELALUI SEMINAR NASIONAL MA’RIFAH JILID VII



Pada hari Sabtu, 18 November 2023 tepatnya pukul 13.00 WIB setelah acara grand opening Ma’rifah Jilid VII resmi dibuka, ICIS UIN KHAS Jember mengadakan acara seminar nasional dengan judul “STANDAR BUDAYA NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF DAKWAH ISLAM” yang dibawakan oleh Lora Ismael Al-Kholilie dan Gus M. Ali Zainal Abidin atau biasa dikenal dengan sapaan Gus Ebid. Seminar ini merupakan serangkaian acara dari MA’RIFAH Jilid VII yang dipandu oleh ustad Fathoni Arifandi selaku kehormatan ICIS dan dibuka dengan opening speech oleh ustad M. Imam Machfudi, kepala UPB UIN KHAS Jember.  Seminar ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember lantai 3 dengan suasana yang sangat tenang dan antusias penonton dari kalangan umum. Materi yang dibawakan, mampu menghipnotis para audience untuk menyimak setiap kata yang disampaikan oleh pemateri. Dengan dipandu oleh seorang moderator, acara seminar tersebut mengalir lancar sampai pada akhir acara.

Sesuai dengan tema yang ditawarkan dalam seminar ini, lora Ismael Al-Kholilie menjelaskan bahwa datangnya syari’at bukan untuk menyalahi adat. Beliau juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dakwah adalah sesuatu yang cakupannya luas, bukan terbatas pada metode ceramah dengan menyampaikan ajaran Islam saja, tetapi keluar dari situ dakwah dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dengan metode penampilan wayang sebagai media dakwah. Dari sejarah ulama Nusantara menunjukkan bahwa Islam tidak kontradiktif dengan budaya, “ افعل ما تشاء ما لم يخالف الشرع   yang artinya lakukan budaya selama praktiknya sesuai dengan syari’at agama. Konteks penyebaran wali songo perlu diikuti, yakni menyebarkan agama dengan akulturasi budaya dan dengan menggunakan metode “bullus”  filosofinya “melebu tapi alus, alon-alon asal kelakon” lembut menyentuh hati yang menggambarkan dakwah wali songo bil hikmati yang disimbolkan dengan seekor kura-kura sungai.

Beliau juga menjelaskan bahwa “لا ينبغي الخروج من عادة الناس” maksudnya jika daerah kita memiliki suatu adat, budaya, dan juga tradisi, maka kita dianjurkan untuk mengikuti kebiasaan daerah tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menarik dan menjaga hati warga disekeliling daerah tersebut dan juga agar tidak terjadi fitnah antar golongan. Akan tetapi hal ini dibatasi dengan sesuatu yang berkaitan dengan syari’at, yakni jika adat tersebut menyalahi aturan syari’at, maka lebih baik untuk dihindari.

Penyampaian materi yang sangat kompleks disampaikan dengan jelas, penyampaian tersebut dilanjutkan oleh gus Ebid sebagai pemateri ke-2 dalam acara seminar tersebut. Gus Ebid menyambung penjelasan bahwa,” تزببت وانت خرس ” yang bermakna generasi muda jangan terlalu cepat dalam mencari panggung, hendaklah dengan memperbanyak modal keilmuan dan akhlak terlebih dahulu. Dawuhnya “Jika terdapat alumni muda, maka jangan terburu-buru untuk mendirikan sebuah yayasan, akan tetapi alangkah baiknya jika membantu yang lebih tua dalam memajukan dan juga mengembangkan sebuah yayasan.”

Seminar tersebut berakhir pada pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama dengan pemateri. Seluruh  audience, baik peseta seminar atau panitia berkesempatan mengabadikan momen yang berharga ini. Tak hanya foto, banyak dari audience juga mengabadikan momen ini dalam bentuk video.


By : Choula Afifah & Yuly Navisah

Editor : Kabid & Wakabid

AKULTURASI BUDAYA DALAM BINGKAI MA’RIFAH JILID VII

 


Sabtu, 18 November 2023 ICIS UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali mewarnai kampus tercinta. Kali ini ICIS UIN KHAS Jember mengadakan agenda tahunan terbesar yakni acara MA’RIFAH JILID VII. Acara grand opening Ma’rifah ini diadakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember. Ma’rifah Jilid VII kali ini mengangkat tema “The Enchanted Of Culture”, berasal dari kata “The Enchanted” yang berarti pesona dan “Culture” berarti budaya. Tema ini mengusung simbol wayang dan masjid kudus. Simbol wayang disini melambangkan suatu budaya khas Indonesia yang mampu mempersatukan umat Islam melalui sarana dakwah yang dibungkus dengan kisah berbagai tokoh-tokoh dan cerita-cerita yang dapat diambil hikmahnya. Sedangkan simbol menara kudus disini melambangkan arti dari persatuan budaya yang ada pada saat itu, yaitu budaya Hindu Budha dan Islam yang terlihat dalam arsitekturnya. Jadi, dapat diartikan bahwa makna dari filosofi acara Ma’rifah Jilid VII ini adalah gambaran keberagaman anggota ICIS yang menyatukan berbagai unsur budaya dan diwujudkan dalam divisi seni qur’ani, ilmu qur’ani dan ilmu bahasa asing.

Acara grand opening Ma’rifah banyak dihadiri oleh para tamu undangan diantaranya yaitu peserta lomba, HMPS, pembina ICIS, dewan konsultan dan kehormatan, serta wakil rektor III UIN KHAS Jember yang mewakili rektor UIN KHAS Jember.  Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk menyambung silaturahmi.

Grand Opening dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka oleh MC 3 bahasa yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan juga Bahasa Indonesia yang menghangatkan pagi hari itu. Dengan performa yang tinggi tentunya sangat mencerminkan semangat dari para pembawa acara dalam menyukseskan acara Ma’rifah Jilid VII pada kali ini. Dimulai dengan acara pembukaan, pembacaan ayat suci al-qur’an, sambutan-sambutan hingga hiburan yang terlaksana satu demi satu dengan tanpa adanya hambatan. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua umum panitia Ma’rifah Jilid VII yaitu Ahmad Farid Mukhlis yang disusul oleh sambutan kedua disampaikan oleh presiden ICIS yaitu Zahrotun Nur Fadillah dan sambutan terakhir disampaikan oleh rektor UIN KHAS Jember yang diwakili oleh wakil rektor III UIN KHAS Jember yaitu, bapak Dr. Khoirul Faizin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “selamat dan semangat atas terlaksananya acara Ma’rifah Jilid VII.” Untaian kata demi kata disampaikan berhasil menumbuhkan semangat para audience, baik dari tim panitia, peserta maupun tamu undangan.

Setelah penyampaian sambutan-sambutan, dilanjutkan oleh acara peresmian pembukaan Ma’rifah Jilid VII dengan adanya simbolis yang dipimpin oleh ustadz Nidzom Hamami selaku pembina ICIS dan didampingi oleh presiden ICIS dan ketua Ma’rifah Jilid VII. Setelah acara resmi dibuka, dilanjutkan dengan sambutan oleh ustad Nidzom, selaku Pembina ICIS. Beliau menceritakan napak tilas perjalanan ICIS UIN KHAS Jember dan menyampaikan bahwa ajang Ma’rifah ini bukan hanya untuk mengadu kemampuan dan kemahiran, namun juga menjalin ukhwah islamiyah baik antara panitia dan juga peserta. Pesan beliau kepada peserta Ma’rifah Jilid VII yakni agar tetap selalu semangat, berkarya dan berprestasi. Lawan dalam lomba bukan berarti musuh yang harus kita habisi namun tak lain adalah saudara yang harus kita rangkul. Tak lupa beliau juga berpesan terhadap seluruh panitia untuk selalu saling mendukung dan saling bekerjasama dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh ICIS UIN KHAS Jember.

Sebelum acara tersebut berakhir, para audience disuguhkan dengan penampilan tari wonderland Indonesia yang ditampilkan oleh lima penari dari anggota ICIS UIN KHAS Jember. Penampilan yang sangat memukau dan mendapat tepuk tangan banyak dari para audience.


By : Choula Afifah & Yuly Navisah

Editor : Kabid & Wakabid


Sabtu, 21 Oktober 2023

Peran Santri untuk Negeri di Era Globalisasi


تجدرالإشارة إلى أن شعار "انتصار الدولة الإندونيسية بحركة طلبة المعاهد" بدأ ينتشر بين أسماع المجتمع الإندونيسي. بالإضافة إلى ذلك ظهر اشعار المذكور في اللوائح والملصقات في الطرقات والشوارع. وهذا إن دل على شيء فإنما يدل على قرب الاحتفال باليوم الوطني لطلبة المعاهد بإندونيسيا. رأى البعض أن هذا اليوم عبارة عن التصريح بوجوب الجهاد وفق قرار جمعية نهضة اللعلماء في عهد الاستعمار الهولاندي. ويشعر هذا الرأي بأن اليوم هذا عبارة عن حفلة يحتفل بها كل من انتسب إلى جمعية نهضة العلماء فحسب. وهذا طبعا في معزل عن الصحة. ولكن اليوم الوطني لطلاب المعاهد شامل لكل من انتسب إلى المعاهد بإندونيسيا حتى يزداد روح الجهاد قوة في جميع المجالات. ومن هذه المقالة المتواضعة أرادت الكاتبة تأكيد دور طلاب المعاهد وراء تعزيز روح الجهاد من أجل هذه الدولة؟

إضافة إلى ذلك، لزاما على كل طلبة المعاهد في هذا العصر ٤.٠ أن يضع نصب عينيه على تطويرملكتهم في المجال التكنولوجي. وقد قال وزير الشؤون الدينية في مناسبة قرار الشعار باليوم الوطني لطلبة المعاهد بإندونيسيا مصرحا بأهمية المجال المذكور لهم : "لا بد على طلبة المعاهد أن يكون في نفوسهم روح الجهاد في جميع المجالات خاصة من المجال التكنولوجي". فلذلك ترجو الكاتبة منهم أن يشارك في تفعيل المجال التكنولوجي، يتمثل بهافي كتابة المحتويات المتأسسة على المبادئ الموثوقة في الشبكة الدولية.

 و من البديهي إن الطلبة المعاهد لها دور مهم على مستقبلة الدولة في هذا العصر. و ممّا لا نعلم خلافا أنّ هذه الدولة الإندونيسية  قد يدعم موهبة طلبة المعاهد  من أجل حركته الملموسة على تطوير مجال التكنولوجية بوجود البطولة الإسلامية الوطنية في كل المعاهد.و مما يلفت الأنظار المشاركة من بعض طلبة المعاهد في مسابقة الكتابة العلمية على المستوى الوطني.  وبالتالي صاروا من المتفوقين فيها. بجانب ذلك من الطلبة من نشر المعارف والمعلومات المفيدة والمفاهيم الصحيحة من خلال الشبكة العالمية. فهذا دليل على دورهم الفعال ومشاركتهم المشكورة التي يستمر بها الدعوة في عصر المجتمع الرقمي. وهذا موقف منهم سديد حيث يشار إليهم بالبنان..

انطلاقا منا سبق ذكره من أهمية دور طلبة المعاهد في عصر المجتمع الرقمي يلزم عليهم أن يتزودوا  بالمعلومات بالإضافة إلى تجديد معرفتهم خول القضايا المعاصرة. فإن الزمان يتطور وصار ما يواجهها الناس من المشكلات في الحياة أكثر.  وطلبة المعاهد لديهم آلة يحلون بها تلك المشاكل. وهي العلم. ومن الخطورة بمكان أن يتمسكوا بثلاث مبادئ في تفعيل الشبكة العالمية ونشرهم للعلم. أولا: أن يتمسكوا بمفهوم التوسط في الدين. ثانيا، أن يراعوا المصالح بين الأمم. ثالثا، أن يحافظوا عل الوحدة وفق المبدأ الثالث: وحدة إندونيسة

مسك الختام، ترجو الكاتبة من طلبة المعاهد في سائر أناء العالم أن يجاهدوا بما عندهم من الطاقات والمعلومات حتى يستفيد بها الناس في سائر المجالات. وبذلك يتحقق قول القائل "شبان اليوم رجال الغد وبأيديهم أمر الأمة"

تهنة حارة

لليوم الوطني لطلبة المعاهد بأندونيسيا!

 

الكلمات المفتاحية : المجتمع الرقمي

Editor : Faris Maturedy


            “Jihad Santri Jayakan Negeri,” jargon itu sudah mulai memeriahkan jalanan melalui spanduk dan baliho bahkan berbagai seruan dan ucapan di media sosial sejak awal bulan Oktober. Sudah hampir satu dasawarsa, hari ini diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai Hari Santri Nasional 2023. Bagi saya, bahkan seluruh santri di Indonesia, perayaan ini memang mempunyai kesan dan momen tersendiri. Meskipun pada mulanya ada kontroversi terhadap penentuan Hari Santri Nasional yang diresmikan oleh Presiden Jokowi, karena dianggap Hari Santri adalah hanya momentum resolusi jihad dari Nahdlatul Ulama’ saja, tapi bukan itu yang akan menjadi pembahasan menarik di HSN 2023 ini. Namun sekarang yang terpenting adalah bagaimana peran santri dapat menjadikan Hari Santri Nasional sebagai gebrakan untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi negeri.

Simpelnya sih mudah-mudahan di tahun ini sudah tidak ada lagi santri yang hanya menyeruput kopi sambil menghafal Amtsilatut Tashrifiyah, bukan karena apa, akan tetapi dunia hari ini sudah masuk di era yang harus melek teknologi digital. Hal ini sejalan dengan makna dari jargon Hari Santri Nasional 2023 yang disampaikan oleh menteri agama negara Indonesia yaitu jayakan negeri dengan jihad intelektual di era transformasi digital. Jihad intelektual dalam rangka melawan kebodohan dan ketertinggalan dengan cara mengambil peran di era transformasi digital. Sederhananya santri turut ikut serta dalam dunia pendidikan, mengisi ruang digital dengan penguatan literasi keagamaan yang moderat serta berdasarkan prinsip Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin dan masih sesuai prinsip dasar negara Indonesia. Bisa juga ikut berperan di bidang politik dengan menjadi teladan dalam momentum pemilihan pemimpin bangsa Indonesia sesuai asas luber jurdil, dan masih banyak lagi jihad yang harus dilakukan oleh para santri diseluruh daerah di Indonesia.

Harapan dan tujuan tersebut sebenarnya telah didukung oleh pemerintah Indonesia yakni adanya ajang lomba yang diadakan oleh kementerian keagamaan dengan mengajak pesantren dan beberapa kota di Indonesia untuk mengasah skill yang dimiliki oleh para santri dan menyemarakkan Hari Santri 2023. Tidak hanya pada saat perayaan Hari Santri saja, pemerintah juga mendukung dalam mengasah prestasi santri melalui adanya afirmasi bentuk pelatihan digital bagi para santri. Sebenarnya prestasi santri di era transformasi digital sudah tidak diragukan lagi, terbukti beberapa santri yang menyabet juara internasional dalam cabang lomba bidang penulisan. Kemudian para santri juga aktif dalam konten di media sosial tentang pembelajaran keagaman dan masih banyak lagi.

Semua keterlibatan santri yang telah dilaksanakan dan yang diharapkan untuk bangsa Indonesia tetap harus sejalan dengan prinsip dan peran penting sebagai seorang santri. Ada 3 peran penting bagi santri. Pertama,  santri harus terus berperan untuk menjelaskan Islam yang rahmatan lil aalamiin, menanamkan pemikiran yang moderat dan melawan pemikiran yang ekstrim, dan mampu menjelaskan karakter-karakter Islam yang selalu berimbang (tawazun) dan toleran (tasamuh). Kedua, santri dapat dan perlu berperan aktif berkontribusi pada perdamaian dunia untuk memperkuat inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yang selama ini sangat aktif dalam berkontribusi kepada perdamaian dunia. Ketiga, santri harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa karena persatuan adalah kunci bangsa kita untuk maju bersama. Upaya kita untuk berkontribusi lebih banyak terhadap dunia tidak akan pernah terwujud tanpa persatuan.

Semoga santri dapat mendobrak dunia dengan jihad intelektual di era transformasi digital sesuai apa yang diharapkan oleh negeri ini. Selamat Hari Santri Nasional 2023 !***

By : Arshalina Maulani

            Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...