Sabtu, 21 Oktober 2023

Peran Santri untuk Negeri di Era Globalisasi


تجدرالإشارة إلى أن شعار "انتصار الدولة الإندونيسية بحركة طلبة المعاهد" بدأ ينتشر بين أسماع المجتمع الإندونيسي. بالإضافة إلى ذلك ظهر اشعار المذكور في اللوائح والملصقات في الطرقات والشوارع. وهذا إن دل على شيء فإنما يدل على قرب الاحتفال باليوم الوطني لطلبة المعاهد بإندونيسيا. رأى البعض أن هذا اليوم عبارة عن التصريح بوجوب الجهاد وفق قرار جمعية نهضة اللعلماء في عهد الاستعمار الهولاندي. ويشعر هذا الرأي بأن اليوم هذا عبارة عن حفلة يحتفل بها كل من انتسب إلى جمعية نهضة العلماء فحسب. وهذا طبعا في معزل عن الصحة. ولكن اليوم الوطني لطلاب المعاهد شامل لكل من انتسب إلى المعاهد بإندونيسيا حتى يزداد روح الجهاد قوة في جميع المجالات. ومن هذه المقالة المتواضعة أرادت الكاتبة تأكيد دور طلاب المعاهد وراء تعزيز روح الجهاد من أجل هذه الدولة؟

إضافة إلى ذلك، لزاما على كل طلبة المعاهد في هذا العصر ٤.٠ أن يضع نصب عينيه على تطويرملكتهم في المجال التكنولوجي. وقد قال وزير الشؤون الدينية في مناسبة قرار الشعار باليوم الوطني لطلبة المعاهد بإندونيسيا مصرحا بأهمية المجال المذكور لهم : "لا بد على طلبة المعاهد أن يكون في نفوسهم روح الجهاد في جميع المجالات خاصة من المجال التكنولوجي". فلذلك ترجو الكاتبة منهم أن يشارك في تفعيل المجال التكنولوجي، يتمثل بهافي كتابة المحتويات المتأسسة على المبادئ الموثوقة في الشبكة الدولية.

 و من البديهي إن الطلبة المعاهد لها دور مهم على مستقبلة الدولة في هذا العصر. و ممّا لا نعلم خلافا أنّ هذه الدولة الإندونيسية  قد يدعم موهبة طلبة المعاهد  من أجل حركته الملموسة على تطوير مجال التكنولوجية بوجود البطولة الإسلامية الوطنية في كل المعاهد.و مما يلفت الأنظار المشاركة من بعض طلبة المعاهد في مسابقة الكتابة العلمية على المستوى الوطني.  وبالتالي صاروا من المتفوقين فيها. بجانب ذلك من الطلبة من نشر المعارف والمعلومات المفيدة والمفاهيم الصحيحة من خلال الشبكة العالمية. فهذا دليل على دورهم الفعال ومشاركتهم المشكورة التي يستمر بها الدعوة في عصر المجتمع الرقمي. وهذا موقف منهم سديد حيث يشار إليهم بالبنان..

انطلاقا منا سبق ذكره من أهمية دور طلبة المعاهد في عصر المجتمع الرقمي يلزم عليهم أن يتزودوا  بالمعلومات بالإضافة إلى تجديد معرفتهم خول القضايا المعاصرة. فإن الزمان يتطور وصار ما يواجهها الناس من المشكلات في الحياة أكثر.  وطلبة المعاهد لديهم آلة يحلون بها تلك المشاكل. وهي العلم. ومن الخطورة بمكان أن يتمسكوا بثلاث مبادئ في تفعيل الشبكة العالمية ونشرهم للعلم. أولا: أن يتمسكوا بمفهوم التوسط في الدين. ثانيا، أن يراعوا المصالح بين الأمم. ثالثا، أن يحافظوا عل الوحدة وفق المبدأ الثالث: وحدة إندونيسة

مسك الختام، ترجو الكاتبة من طلبة المعاهد في سائر أناء العالم أن يجاهدوا بما عندهم من الطاقات والمعلومات حتى يستفيد بها الناس في سائر المجالات. وبذلك يتحقق قول القائل "شبان اليوم رجال الغد وبأيديهم أمر الأمة"

تهنة حارة

لليوم الوطني لطلبة المعاهد بأندونيسيا!

 

الكلمات المفتاحية : المجتمع الرقمي

Editor : Faris Maturedy


            “Jihad Santri Jayakan Negeri,” jargon itu sudah mulai memeriahkan jalanan melalui spanduk dan baliho bahkan berbagai seruan dan ucapan di media sosial sejak awal bulan Oktober. Sudah hampir satu dasawarsa, hari ini diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai Hari Santri Nasional 2023. Bagi saya, bahkan seluruh santri di Indonesia, perayaan ini memang mempunyai kesan dan momen tersendiri. Meskipun pada mulanya ada kontroversi terhadap penentuan Hari Santri Nasional yang diresmikan oleh Presiden Jokowi, karena dianggap Hari Santri adalah hanya momentum resolusi jihad dari Nahdlatul Ulama’ saja, tapi bukan itu yang akan menjadi pembahasan menarik di HSN 2023 ini. Namun sekarang yang terpenting adalah bagaimana peran santri dapat menjadikan Hari Santri Nasional sebagai gebrakan untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi negeri.

Simpelnya sih mudah-mudahan di tahun ini sudah tidak ada lagi santri yang hanya menyeruput kopi sambil menghafal Amtsilatut Tashrifiyah, bukan karena apa, akan tetapi dunia hari ini sudah masuk di era yang harus melek teknologi digital. Hal ini sejalan dengan makna dari jargon Hari Santri Nasional 2023 yang disampaikan oleh menteri agama negara Indonesia yaitu jayakan negeri dengan jihad intelektual di era transformasi digital. Jihad intelektual dalam rangka melawan kebodohan dan ketertinggalan dengan cara mengambil peran di era transformasi digital. Sederhananya santri turut ikut serta dalam dunia pendidikan, mengisi ruang digital dengan penguatan literasi keagamaan yang moderat serta berdasarkan prinsip Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin dan masih sesuai prinsip dasar negara Indonesia. Bisa juga ikut berperan di bidang politik dengan menjadi teladan dalam momentum pemilihan pemimpin bangsa Indonesia sesuai asas luber jurdil, dan masih banyak lagi jihad yang harus dilakukan oleh para santri diseluruh daerah di Indonesia.

Harapan dan tujuan tersebut sebenarnya telah didukung oleh pemerintah Indonesia yakni adanya ajang lomba yang diadakan oleh kementerian keagamaan dengan mengajak pesantren dan beberapa kota di Indonesia untuk mengasah skill yang dimiliki oleh para santri dan menyemarakkan Hari Santri 2023. Tidak hanya pada saat perayaan Hari Santri saja, pemerintah juga mendukung dalam mengasah prestasi santri melalui adanya afirmasi bentuk pelatihan digital bagi para santri. Sebenarnya prestasi santri di era transformasi digital sudah tidak diragukan lagi, terbukti beberapa santri yang menyabet juara internasional dalam cabang lomba bidang penulisan. Kemudian para santri juga aktif dalam konten di media sosial tentang pembelajaran keagaman dan masih banyak lagi.

Semua keterlibatan santri yang telah dilaksanakan dan yang diharapkan untuk bangsa Indonesia tetap harus sejalan dengan prinsip dan peran penting sebagai seorang santri. Ada 3 peran penting bagi santri. Pertama,  santri harus terus berperan untuk menjelaskan Islam yang rahmatan lil aalamiin, menanamkan pemikiran yang moderat dan melawan pemikiran yang ekstrim, dan mampu menjelaskan karakter-karakter Islam yang selalu berimbang (tawazun) dan toleran (tasamuh). Kedua, santri dapat dan perlu berperan aktif berkontribusi pada perdamaian dunia untuk memperkuat inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yang selama ini sangat aktif dalam berkontribusi kepada perdamaian dunia. Ketiga, santri harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa karena persatuan adalah kunci bangsa kita untuk maju bersama. Upaya kita untuk berkontribusi lebih banyak terhadap dunia tidak akan pernah terwujud tanpa persatuan.

Semoga santri dapat mendobrak dunia dengan jihad intelektual di era transformasi digital sesuai apa yang diharapkan oleh negeri ini. Selamat Hari Santri Nasional 2023 !***

By : Arshalina Maulani

            Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Selasa, 12 September 2023

EVALUASI DALAM BINGKAI HISPARI “HEALING SERU PANITIA MA’RIFAH”

 

Hari libur kemarin tepatnya Minggu, 10 September 2023 ICIS UIN KHAS Jember mengadakan Healing Seru Panitia Ma’rifah (HISPARI), yaitu acara yang ditujukan untuk seluruh panitia MA’RIFAH ICIS UIN KHAS Jember. Acara ini guna untuk mengembalikan atau merefresh kembali pikiran tim panitia yang sedang dikejar deadline masing-masing tugasnya diadakan evaluasi kepengurusan yang tentunya terlibat dalam kepanitiaan. Kegiatan HISPARI yang di rancang dengan jalan-jalan seru ini, sebagai salah satu jalan untuk mengikat tali persaudaraan dan keakraban antar sesama. Dengan memilih wisata Kampung Durian Pakis Jember dengan suasana yang sejuk dan aesthetic sangat cocok untuk menyegarkan pikiran. Healing seru ini dihadiri langsung oleh presiden ICIS yaitu kak Della dan juga kak Izza selaku wakil presiden juga kak Farid selaku ketua panitia MA’RIFAH jilid VII.

Bidang kaderisasi cukup berhasil dalam mengonsep acara, karena acara HISPARI berjalan dengan sangat lancar juga memberikan kesan yang baik bagi seluruh panitia yang turut andil dalam meramaikan acara ini. Serangkaian acara dilakukan dengan penuh keseruan dan canda tawa. Seluruh anggota andil dalam mensukseskan lomba yang diberikan oleh bidang kaderisasi. Beberapa games seru yang dilakukan yaitu memasukkan kayu dalam botol, akan tetapi lomba ini terkonsep tidak seperti biasanya yang hanya dilakukan oleh satu orang saja, konsep dari lomba ini disesuaikan dengan tujuan adanya HISPARI yaitu untuk mengikat persaudaraan. Lomba tersebut dilakukan secara berkelompok, terdapat 3 kelompok denga masing-masing kelompok tujuh anggota caranya dengan mengikatkan tali disetiap pergelangan tangan dan targetnya yaitu memasukkan kayu dengan tanpa melihat atau membelakangi posisi kayu. Anggota kelompok hanya diperbolehkan untuk mendengarkan dan juga mengikuti instruksi dari ketua kelompok. Lomba ini sangat mengundang tawa seluruh panitia dan pada akhirnya lomba tersebut di menangkan oleh kelompok satu.

Usai lomba dilakukan, seluruh panitia dipersilahkan untuk sholat sebelum acara makan bersama. Suasana dingin dan segarnya daerah pegunungan, sangat mendukung bagusnya pemandangan dan memanjakan mata. Setelah selesai kegiatan, seluruh panitia melakukan istirahat, sholat dan makan. Kemudian tim kaderisasi menyiapkan makan siang untuk seluruh panitia, dengan penuh keberkahan, makanan yang disediakan oleh tim kaderisasi habis tak ada sisa. Setelah makan bersama, seluruh panitia diperkenankan melakukan aktivitasnya masing-masing. Mandi di sungai menjadi salah satu pilihan panitia tim laki-laki, sedangkan jelajah kuliner dan juga cerita bersama menjadi pilihan oleh panitia tim perempuan, sebelum akhirnya acara tersebut dibubarkan. Tepat pada pukul 14.30 WIB tim kaderisasi membubarkan acara tersebut hingga satu persatu seluruh panitia pulang.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, HISPARI berjalan dengan lancar. Tentunya harapan dari ketua panitia MA’RIFAH, seluruh anggota mampu terus menjalankan tugas sesuai dengan deadline acara dan tentunya adanya ikatan yang baik antar pengurus menjadi objek utama dari suksesnya acara ini.***


By : Choula Afifa

Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Minggu, 10 September 2023

LITBANG ICIS UIN KHAS Jember Menghidupkan Kembali Seminar Kepenulisan Mahasiswa

 



Di hari libur kali ini, LITBANG ICIS UIN KHAS Jember mengadakan acara seminar kepenulisan mahasiswa dengan mengusung tema “Efective Strategy : Kiat Kiat Menulis dan Publikasi Jurnal” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 09 September 2023. Rupanya, acara ini pertama kali yang diadakan LITBANG setelah pandemi mereda. Sebelumnya, acara ini dilaksanakan secara online. Dan alhamdulillah, tahun ini kembali diselenggarakan. Bagi yang belum mengenal LITBANG, sedikit penulis jelaskan apa itu LITBANG dan bagaimana dunia seputar LITBANG itu sendiri. LITBANG adalah singkatan dari penilitian dan pengembangan. LITBANG merupakan salah satu bidang yang ada di ICIS dan bergelut di dunia kepenulisan. Anggota LITBANG berasal dari beberapa divisi yang ada di ICIS. Perpaduan ide antar divisi menciptakan sebuah harmoni yang apik sehingga muncul ide-ide yang mumpuni. Terbukti setiap minggunya LITBANG ini memposting quotes menarik yang membangun kembali semangat pembaca. Tak hanya itu, LITBANG setiap bulan menerbitkan artikel-artikel yang sangat dinanti-nanti oleh pembaca. Baik seputar kegiatan yang diadakan oleh ICIS, dan hari-hari peringatan. Hal ini, tentunya akan menggaet pembaca untuk semakin penasaran tentang ICIS UIN KHAS Jember. Itulah sedikit perkenalan tentang LITBANG.

Back to topic. Sesuai dengan alur LITBANG yang bergelut di dunia kepenulisan, seminar kali ini mengangkat jurnal sebagai topik pembahasan. Acara seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa, apa sih jurnal itu dan bagaimana cara menulis dan juga mempublikasikan jurnal. Disampaikan oleh Mr. Sandi Ferdiyansyah, M.Pd. sebagai pemateri acara seminar kali ini. Beliau adalah pembina ICIS UIN KHAS Jember dan juga salah satu dosen di UIN KHAS Jember. Beliau juga seorang penulis jurnal yang hebat. Banyak jurnal beliau tembus ke SINTA. Science and Technology Index (SINTA) merupakan sebuah laman ilmiah yang dikelola oleh Kemendikbud yang menyajikan daftar jurnal nasional terakreditasi, sehingga menjadi tujuan utama sebagai referensi. Tentu tidak semua jurnal dapat di publish oleh laman ini. Tak hanya tembus jurnal SINTA, beliau juga seorang penulis jurnal internasional, baik karya solo atau karya bersama. Tak salah jika LITBANG menggaet beliau sebagai pemateri dalam seminar kali ini, bukan?

Persiapan yang dilakukan oleh pihak panitia membuahkan hasil yang baik, acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Tanpa hambatan bukan berarti tidak ada batu kerikil yang menghiasi langkah peserta dalam menyukseskan acara seminar ini. Namun, itu bukan sebagai suatu masalah yang besar. Dikuatkan dengan pondasi kekeluargaan dan kerja sama, sehingga acara ini terlaksana dengan baik. Panitia menetapkan acara ini terbuka  untuk umum, umum berarti dapat diikuti oleh mahasiswa UIN KHAS Jember dengan alasan karena perlunya pengetahuan mahasiswa dalam bidang kepenulisan. Karena tidak sedikit dari mahasiswa yang belum tahu dan benar-benar paham dalam bidang kepenulisan, terutama dalam kepenulisan jurnal.  Seluruh audience pun akhirnya belajar dan berdiskusi bersama ahlinya langsung terkait dunia jurnal. Semoga LITBANG terus aktif berkarya dan berinovasi sehingga dapat mewarnai dunia pengetahuan mahasiswa UIN KHAS Jember kedepannya.

Dengan ucapan syukur, acara seminar ini dapat terealisasi dengan baik, berkat panitia yang sangat andil mempersiapkan dengan semaksimal mungkin beserta kerja sama pengurus-pengurus ICIS lainnya yang turut meramaikan acara seminar ini.***

By : Choula Afifah & Yuly Navisa

Editor : Kabid & Wakabid LITBANG

 

 

 

 

 



Minggu, 20 Agustus 2023

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia


Nusantara berwujud negara kepulauan, memiliki wilayah dalam bentuk laut dan perairan yang luasnya lebih lebar dari daratan. Posisi geografis Indonesia berada di daerah khatulistiwa, berada diantara dua benua yakni Asia dan Australia dan dua samudera yakni Pasifik dan Hindia, lokasi ini menjadi sebuah lokus persilangan alur lalu lintas laut yang menghubungkan benua timur dan barat.

Menariknya dari zaman penjajahan, ditaksir sekitar 90% perdagangan global diangkut melalui laut, dimana 40% di antaranya melewati perairan Indonesia yang sampai kapanpun Indonesia akan menjadi tempat yang strategis dalam peta perdagangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia berupaya menjadi poros maritim dunia.

Poros maritim ialah sebuah gagasan operasional yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Jadi, poros maritim dunia bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim, serta untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia. Hal ini merupakan agenda pembangungan Indonesia yang boleh dikatan baru. Konsep ini dirancang oleh Presiden Joko Widodo pada masyarakat Internasional saat pertemuan East Asia Summit ke-9 di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada tanggal 13 November 2014. Menyadari letak strategis Indonesia pada kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo memaparkan lima pilar sebagai upaya untuk mewujudkan poros maritim dunia itu.

Kelima pilar itu yang sekaligus bentuk tawaran kerja sama Indonesia kepada dunia adalah, pertama, pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Kedua, berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Ketiga, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Keempat, pengembangan diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. Dan terakhir, membangun kekuatan pertahanan maritim.

Dalam rangka memperkuat jati diri sebagai negara maritim cita-cita dan agenda pemerintahan Indonesia diatas menjadikan fokus Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Dengan kekuatan yang mampu mengarungi dua samudera sebagai bangsa Bahari yang sejahtera dan berwibawa. Serta guna menjaga kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

By : Tahta Alfina Zahri

Editor : Kabid & Wakabid Litbang 


 

Kamis, 17 Agustus 2023

Semarak Perayaan 17 Agustus : “ Semangat Kemerdekaan yang Menggetarkan Jiwa ”

 


 

Tanggal 17 Agustus adalah hari yang istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia. Di hari tersebut, seluruh negeri dipenuhi dengan semangat kemerdekaan yang membara. Peringatan 17 Agustus ditandai dengan serangkaian upacara dan perayaan yang diadakan di seluruh negeri. Puncaknya adalah Upacara Bendera, di mana bendera sang saka merah putih dikibarkan di seluruh negeri dari sabang sampai merauke. Upacara tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar hingga pejabat pemerintah, dan mencerminkan semangat persatuan dan keragaman Indonesia.

Perayaan 17 Agustus diawali dengan upacara bendera di berbagai institusi dan lembaga di seluruh Indonesia. Dalam upacara tersebut, bendera sang saka merah putih dikibarkan dengan penuh kebanggaan, sementara lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan. Para peserta upacara, baik itu pelajar, tentara, pemerintahan, maupun masyarakat umum terlihat mengenakan pakaian adat atau seragam yang sesuai dengan instansi masing-masing.

Setelah upacara bendera selesai, berbagai acara peringatan dilakukan untuk merayakan kemerdekaan. Salah satu yang paling populer adalah lomba-lomba yang dilaksanakan di tingkat desa, kecamatan, atau kabupaten. Lomba-lomba tersebut mencakup perlombaan panjat pinang, tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, dan masih banyak lagi. Perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi simbol semangat persatuan dan solidaritas antar sesama warga negara Indonesia.

Tak hanya di tingkat lokal, pejabat pemerintah dan diplomat asing pun ikut memeriahkan perayaan 17 Agustus itu. Acara ini merupakan momen penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki semangat kemerdekaan yang kuat dan berkomitmen untuk melanjutkan kemajuan bangsa.

Di era digital saat ini, perayaan 17 Agustus semakin dikaitkan dengan teknologi. Kita bisa melihat banyak orang membagikan momen-momen perayaan kemerdekaan di media sosial, baik itu melalui foto, video, maupun kisah-kisah inspiratif. Ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya ada di tempat fisik, tetapi juga terpancar dalam kebersamaan yang diciptakan oleh koneksi digital.

Peringatan 17 Agustus tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mengajak kita untuk belajar dan menghargai sejarah bangsa. Generasi muda diajak untuk memahami perjuangan para pahlawan, mengenali nilai-nilai kemerdekaan, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Contohnya dihiasi dengan berbagai atraksi seni dan budaya. Tari-tarian, paduan suara, dan pertunjukan teater yang mengangkat tema perjuangan kemerdekaan. Melalui seni dan budaya, kita dapat mengenang dan menghormati serta mengapresiasi jasa-jasa pahlawan nasional yang merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Perayaan 17 Agustus adalah momen yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Melalui perayaan ini, semangat kemerdekaan terus hidup dan terus menggetarkan jiwa kita sebagai warga negara. Mari kita ikuti dan rayakan dengan penuh kegembiraan serta tetap menghormati nilai-nilai yang diperjuangkan oleh pahlawan kita. Merdeka!!!


By : Amelia Agustin

Editor : Kabid & Wakabid Litbang 


 


Sabtu, 29 Juli 2023

Ada Apa dengan 30 Juli?

Hari Persahabatan Internasional : Menjaga kesolidaritasan dengan sahabat 


  
        

        Setiap tahun tanggal 30 Juli, merupakan Hari Persahabatan Internasional. Dimana hari ini orang orang mulai mengenang moment yang indah dengan sahabatnya, kesempatan untuk memperbaiki tali kesolidaritasan meskipun tak banyak orang mengetahuinya akan adanya Hari Persahabatan Internasional tersebut. Setidaknya kita pertegas daya ingat terkait hari spesial ini. Meluangkan waktu dengan sahabat merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dalam menjalin indahnya persahabatan. Karna sahabat adalah orang yang selalu ada ketika kita butuh. Pada tahun 2023, Hari Persahabatan Internasional ini jatuh pada hari minggu, 30 Juli 2023.

        Kisah Persahabatan Internasional ini digagas oleh seorang tokoh bernama Hallmark pada tahun 1919. Mereka seharusnya merayakan persahabatan mereka dengan saling mengirim surat. Pada tahun 1940 pasar mulai mengering serta tidak berguna lagi(mati). Kemudian UNESCO menciptakan Proposal dengan tujuan sebagai budaya yang damai dalam segi nilai,  sikap dan tingkah laku masyarakat dalam menghindari kekerasan serta berupaya untuk mencegah adanya konflik. Pada tahun 1977 majlis umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mulai menyetujui gagasan tersebut.

       Di situs Nasional Today, jauh sebelum Hari Persahabatan Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa, tampak bahwa Hari Persahabatan Nasional telah diusulkan pada tahun 1958. Dalam kampanye ramah dunia Pertama  diusulkan untuk merayakan Hari Persahabatan Nasional. Kampanye  Persahabatan Dunia adalah masyarakat sipil Internasional yang mempromosikan budaya perdamaian melalui perantara Hari Persahabatan. Negara pertama kali yang merayakan hari persahabatan ini adalah Paraguay. Hari Persahabatan Nasional ini dirayakan setiap 30 juli.

       Tidak semua orang dapat merayakan hari spesial ini, dan banyak pula orang yang mengabaikan adanya hari tersebut hanya karna lebih mengutamakan kesibukan atau aktivitas dirinya sendiri. Padahal, hari ini merupakan kesempatan bagus untuk memberi tahu kepada sahabat kita. Meluangkan waktu untuk merayakannya meskipun dalam perayaan tersebut tidak begitu besar dan meriah.

       Di era milenial ini, semua telah canggih kita bisa menghubungkan sahabat kita dengan cara memberi ucapan selamat atas Hari Valentine Persahabatan nya lewat media sosial. Atau lebih seru lagi jika kita rencanakan dari jauh hari agar lebih surprise dengan menyiapkan kado atau bingkisan yang akan diberikan kepada sahabat sebagai tanda menjaga kesolidaritasan dengannya serta mempererat tali persahabatannya. Selain itu kita bisa berkumpul menciptakan moment bahagia dan saling menikmati hari tersebut dengan sahabat, mengenang masa masa yang telah dilewatinya sebelumnya baik itu duka mau suka.

       Gus miftah menyampaikan dalam dakwanya " Teman itu banyak seperti daun, tetapi sahabat itu seperti berlian mahal dan jarang adanya". Dengan demikian mari kita luangkan waktu dengan sahabat selama kita masih bisa bercanda saling bertukar cerita menjadikan moment indah dihari Persahabatan ini bersama sama sebagai tanda kepedulian kita terhadap sahabat.


Hari Ikrar Gerakan Pramuka : Meningkatkan semangat jiwa kepanduan pada generasi muda bangsa Indonesia



Salam pramuka!!!

    Setiap tahunnya tepat pada tanggal 30 Juli diperingati sebagai hari ikrar gerakan pramuka, Tentunya di tanggal ini mempunyai makna yang begitu penting bagi perjalanan sejarah berkembangnya pramuka di Indonesia. Hari ikrar gerakan pramuka sendiri ditetapkan atas latar belakang adanya sebuah momentum peleburan berbagai  organisasi gerakan pramuka pada 30 Juli 1961. Bagi seluruh anggota gerakan pramuka utamanya, hari ikrar gerakan pramuka merupakan sebuah momen penting yang digunakan untuk merefleksikan dan mengevaluasi apa saja yang telah mereka kontribusikan pada bangsa sebagai seorang penerus bangsa yang memiliki semangat jiwa kepanduan yang berkualitas dan unggul.

    Nah janji atau ikrar dalam gerakan pramuka sendiri dikenal dengan nama trisatya, yang berisi 3 sumpah: Pertama, enjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Menjalankan pancasila. Kedua, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. 3.Menepati Dasa Dharma.

    Awal mula terjadinya hari ikrar gerakan pramuka ialah ketika pada 30 Juli 1961, para tokoh-tokoh kepanduan Indonesia berkumpul di Istora Senayan untuk menyatakan keinginan meleburkan diri dan bergabung dengan organisasi gerakan pramuka. Sehingga pada akhirnya hari bersejarah itu dinamakan hari ikrar gerakan pramuka. Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1961 diadakanlah Mapinas ( Majelis pimpinan nasional), yang ditandai dengan adanya sebuah penyerahan panji-panji pramuka. Pada momen ini Mapinas diketuai oleh Presiden soekarno, dengan wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono IX, dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. Peristiwa penyerahan panji-panji pramuka pada tokoh-tokoh kepanduan Indonesia ini dihadiri oleh ribuan anggota gerakan pramuka, dengan tujuan untuk memperkenalkan gerakan pramuka kepada seluruh masyarakat Indonesia. Karena adanya peristiwa tersebut akhirnya hari itu dikenal dengan hari lahirnya pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus.

    Dalam momentum ini biasanya telah dijadwalkan di setiap Gudep, Kwarran, Kwarcab, Kwarda dan Kwarnas, banyak kegiatan seperti upacara, kemah, jambore dan banyak lomba yang berkaitan dengan kepramukaan, kegiatan-kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan di bulan Agustus karena berdekatan dengan hari lahirnya pramuka. Kegiatan umum yang diadakan adalah kemah besar yang diikuti oleh seluruh anggota gerakan pramuka, didalamnya terdapat banyak acara seperti upacara, lomba, dan pembacaan ikrar/janji pramuka didepan api unggun saat malam tiba. Tujuannya untuk menyemarakkan hari pramuka, serta menanamkan nilai kerjasama, tanggung jawab, kepemimpinan serta semangat gotong royong pada seluruh anggota pramuka.

    Hari ikrar gerakan pramuka menjadi hari yang memiliki sebuah makna penting tersendiri bagi seluruh anggota pramuka, karena ketika mereka kembali mengucapkan ikrar atau janji untuk meleburkan diri dalam gerakan pramuka, sejatinya mereka sedang ikut berpartisipasi dalam peran pembentukan generasi muda yang unggul dan berkualitas.

    Dengan demikian momentum hari ikrar gerakan pramuka ini dapat dijadikan momen pengingat generasi muda agar selalu meningkatkan semangat jiwa kepanduan dan ikut berkontribusi dalam gerakan pramuka. Semakin banyak generasi bangsa yang ikut berkontribusi dalam gerakan pramuka, semakin banyak pula bibit penerus bangsa yang unggul dan siap menghadapi tantangan besar di masa depan. 


By : Aufa Nabila & Alda Karunia
Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Rabu, 28 Juni 2023

Hari Keluarga Nasional Mewujudkan Keluarga Yang Berkualitas

 



Ditetapkannya tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional merupakan momentum yang istimewa untuk memperbaiki hubungan kita dengan keluarga. Walaupun tak banyak yang mengetahui akan adanya hari tersebut, melalui keputusan RI Nomor 39 Tahun 2014 menjadi salah satu pengingat bagi kita, agar senantiasa menjalin hubungan baik serta menyempatkan waktu berkumpul bersama keluarga.

Penggagas Hari Keluarga Nasional sendiri ialah Prof. Dr. Haryono Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di era presiden Soeharto atau yang sekarang dikenal Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Beliau mengutarakan tiga pokok pikiran diantaranya yaitu: Semangat kepahlawanan serta perjuangan bangsa, menghargai keluarga, membangun keluarga yang bekerja keras serta mampu membenahi diri untuk menjadi keluarga yang sejahtera. Dalam momentum memperingati Hari Keluarga Nasional, beberapa daerah di Indonesia mengadakan suatu kegiatan yang berbeda-beda. Salah satunya di daerah Jawa Barat melakukan upaya penguatan peran keluarga dalam percepatan penurunan stunting dengan berbagai kegiatan seperti: pelayanan kepada masyarakat, pameran pencapaian program, pemberian apresiasi dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya yang diharapkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat yang beresiko stunting. Manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut tak lain agar kualitas keluarga menjadi lebih baik, bisa merubah hidup sehat dan terencana, serta menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Hari Keluarga Nasional diperingati dengan tujuan agar dapat meningkatkan peran keluarga di masa mendatang. Bahwasanya keluarga merupakan tiang negara. Jika keluarga hidup berkualitas, maka Indonesia juga berkualitas serta sejahtera. Ingat, dari suatu keluarga yang sejahtera maka lahirlah keluarga yang sehat serta cerdas. Membentuk suatu bangsa Indonesia serta membentuk keluarga merupakan nafas kehidupan, maka membentuk keluarga juga termasuk membentuk suatu bangsa.

Dengan demikian, mari kita jadikan momentum Hari Keluarga Nasional ini sebagai momen untuk memperhatikan kualitas keluarga dan untuk memperkuat fungsi keluarga. Di mana keluarga menjadi tempat untuk memberikan perlindungan penuh kasih sayang serta menjaga kesehatan setiap anggota keluarga.


By : 
Enik Syarifatul Jannah
Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...