Rabu, 28 Juni 2023

Hari Keluarga Nasional Mewujudkan Keluarga Yang Berkualitas

 



Ditetapkannya tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional merupakan momentum yang istimewa untuk memperbaiki hubungan kita dengan keluarga. Walaupun tak banyak yang mengetahui akan adanya hari tersebut, melalui keputusan RI Nomor 39 Tahun 2014 menjadi salah satu pengingat bagi kita, agar senantiasa menjalin hubungan baik serta menyempatkan waktu berkumpul bersama keluarga.

Penggagas Hari Keluarga Nasional sendiri ialah Prof. Dr. Haryono Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di era presiden Soeharto atau yang sekarang dikenal Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Beliau mengutarakan tiga pokok pikiran diantaranya yaitu: Semangat kepahlawanan serta perjuangan bangsa, menghargai keluarga, membangun keluarga yang bekerja keras serta mampu membenahi diri untuk menjadi keluarga yang sejahtera. Dalam momentum memperingati Hari Keluarga Nasional, beberapa daerah di Indonesia mengadakan suatu kegiatan yang berbeda-beda. Salah satunya di daerah Jawa Barat melakukan upaya penguatan peran keluarga dalam percepatan penurunan stunting dengan berbagai kegiatan seperti: pelayanan kepada masyarakat, pameran pencapaian program, pemberian apresiasi dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya yang diharapkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat yang beresiko stunting. Manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut tak lain agar kualitas keluarga menjadi lebih baik, bisa merubah hidup sehat dan terencana, serta menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Hari Keluarga Nasional diperingati dengan tujuan agar dapat meningkatkan peran keluarga di masa mendatang. Bahwasanya keluarga merupakan tiang negara. Jika keluarga hidup berkualitas, maka Indonesia juga berkualitas serta sejahtera. Ingat, dari suatu keluarga yang sejahtera maka lahirlah keluarga yang sehat serta cerdas. Membentuk suatu bangsa Indonesia serta membentuk keluarga merupakan nafas kehidupan, maka membentuk keluarga juga termasuk membentuk suatu bangsa.

Dengan demikian, mari kita jadikan momentum Hari Keluarga Nasional ini sebagai momen untuk memperhatikan kualitas keluarga dan untuk memperkuat fungsi keluarga. Di mana keluarga menjadi tempat untuk memberikan perlindungan penuh kasih sayang serta menjaga kesehatan setiap anggota keluarga.


By : 
Enik Syarifatul Jannah
Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Kisah Adhiyah Dibulan Dzulhijjah

 


Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar walillahil hamd

Disebutkan dalam Al-qur’an surah Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi لا يكلف الله نفسا الا وسعها.... الخ  bahwa Allah tidak akan memberi ujian kepada umatnya lebih dari ketidak mampuannya. Artinya Allah akan menguji umatnya sesuai dengan kemampuannya. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjadikan manusia yang lebih kuat akan keyakinan dalam dirinya, manusia yang bertanggung jawab akan setiap permasalahan dan manusia yang selalu bersabar dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya.

Islam merupakan agama rahmatan lil alamin yakni rahmat bagi seluruh alam. Islam merupakan agama yang dapat merangkul semua makhluq hidup yang ada dalam dunia ini, tidak memandang suku, ras, agama, ataupun budaya dan keturunan.  Islam mewadahi semua makhluk yang ada didunia ini. Maknanya sikap kasih sayang dan juga toleransi sangat terbentuk dalam hal ini, Islam mempercayai bahwa agama adalah berasal dari Tuhan. Dan Tuhan yang akan mengatur segala hal yang ada dalam dunia ini. Sehingga tugas manusia yaitu menjaga seluruh hakikat yang ada dalam dunia ini. Islam merupakan agama dengan beribu tradisi dan perintah Tuhan yang dapat mempersatukan persaudaraan. Banyak hal yang dilakukan sesuai dengan sebuah kemaslahatan. Makananya berbuat tanpa ego. Berbasis persatuan membentuk agama yang kuat dan saling mengerti satu dengan yang lain. Salah satu perintah Tuhan yang saat ini datang yaitu perintah untuk berkurban dibulan dzulhijah atau biasa disebut dengan kurban di idul adha.

Idul Adha atau biasa disebut dengan hari raya kurban. Banyak sekali umat Islam yang berbondong-bondong untuk mendapatkan pahala kebaikan dimomen tersebut. Banyak sekali masyarakat yang menyumbangkan hewan kurban untuk disembelih pada hari tasyriq atau pada tanggal 10, 11 dan 12 dzul hijjah. Hari raya kurban diberi sebutan dengan Idul Adha karena berasal dari kata adha ( adhiyah) yang memiliki arti kurban, maka dari itu  hari tersebut disebut dengan idul adha. Adanya idul adha berasal dari kisah Nabi Ibrahim yang merupakan nabi dengan beribu kesabaran dan kuat keyakinannya terhadap Allah. Pada suatu saat Nabi Ibrahim di uji keimanannya oleh Allah dengan datangnya perintah Allah di dalam mimpi Nabi Ibrahim dan mimpi tersebut tidak hanya datang satu kali melainkan hingga tiga kali secara berturut-turut. Mimpi tersebut membuat Nabi Ibrahim berfikir panjang dan bersedih selama beberapa hari, hingga akhirnya Nabi Ibrahim memutuskan untuk menceritakan mimpinya kepada Nabi Isma’il sebagai objek dalam mimpi Nabi Ibrahim tersebut. Nabi Isma’il merupakan putra dari Nabi Ibrahim yang terlahir untuk meneruskan perjuangan Nabi Ibrahim sebagai seorang nabi.

Adapun isi dari mimpi Nabi Ibrahim yang terus menerus membuat beliau sedih adalah perintah Allah terhadap Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya yakni Nabi Isma’il. Setelah Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya terhadap putranya, kemudian dengan tulus dan sabar Nabi Isma’il mempersilakan ayahnya untuk melaksanakan perintah Allah tersebut. Karena Nabi Isma’il memahami bahwa tentunya bukan tanpa alasan Allah memerintahkan sedemikian rupa terhadap Nabi Ibrahim, kemudian dengan kesepakatan bersama, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah tersebut. Nabi Ibrahim menerapkan tatacara kurban sesuai dengan syari’at, beliau meletakkan kepala Nabi Isma’il diatas batu yang kemudian siap untuk disembelih di bagian lehernya. Bi idznillah, pada saat Nabi Ibrahim hendak menyembelih Allah mengganti Nabi Isma’il dengan seekor domba putih besar tanpa ada cacat pada tubuhnya yang akhirnya di jadikan sebagai hewan kurban pengganti Nabi Isma’il. Hal ini bertepatan pada tanggal 10 dzulhijjah yang kemudian diberi nama Idul Adha, untuk mengingatkan umat Islam terhadap kisah penyembelihan Nabi Isma’il atas perintah Allah terhadap Nabi Ibrahim.

Keterkaitan kisah penyembelihan Nabi Isma’il dengan Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 268 yaitu perintah Allah terhadap Nabi Ibrahim yang tidak pernah meragukan ketuhanannya terhadap Allah untuk menyembelih Nabi Isma’il yakni putranya yang dikaruniakan oleh Allah. Hal tersebut Allah perintahkan kepada Nabi Ibrahim dengan melibatkan Nabi Isma’il karena Allah tahu bahwa kedua nabi tersebut dapat menyelesaikan permasalahannya dan menjadikannya sebagai manusia yang sabar dan semakin kuat keyakinannya terhadap Allah. Nabi Ibrahim termasuk orang yang amanah dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dapat di ingat, bahwa untuk mendapatkan seorang putra yang sholih dan juga sabar, Nabi Ibrahim tidak henti-hentinya berdo’a kepada Allah SWT untuk dikaruniai putra yang sholih dan juga sabar. Pada akhirnya Allah mengkaruniai seorang putra terhadap Nabi Ibrahim yang kemudian beranjak dewasa  Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Isma’il. Hal ini bukanlah perkara yang mudah untuk manusia, akan tetapi karena keyakinannya terhadap Allah dan juga sikap amanah dari Nabi Ibrahim serta sikap sabar dari Nabi Isma’il, keduanya mampu menjalankan perintah Allah tersebut (Bi idznillah).

Dalam pelaksanaannya, hukum dari berkurban yaitu sunnah muakkadah sebagaimana dijelaskan dalam kitab fathul qorib Al mujib hal 62 :

والأضحية سنة مؤكدة على الكفاية فإذا اتى بها واحدة واحد من اهل البيت كفى عن جميعهم ولا تجب الاضحيه الا بالنذر

Dalam kitab tersebut disebutkan kalimat سنة مؤكدة  yang bermakna bahwa berkurban itu di anjurkan. Akan tetapi dalam redaksi tersebut juga di jelaskan bahwa hukum dari berkurban itu dapat berubah menjadi wajib apabila berkurban itu di nadzarkan. Redaksi tersebut menjelaskan bahwa selain sunnah muakkadah, hukum berkurban tersebut fardhu kifayah, dimana apabila dalam satu rumah terdapat salah satu dari anggota keluarga yang berkurban, maka gugurlah kewajiban berkurban untuk anggota rumah lainnya. Dalam berkurban pun terdapat beberapa ketentuan hewan yang bisa dikurbankan yaitu domba yang berumur satu tahun memasuki dua tahun (jadz’ah), kambing yang berumur dua tahun memasuki umur tiga tahun, unta yang berumur lima tahun menginjak umur enam tahun dan sapi yang berumur dua tahun menginjak umur tiga tahun. Dari binatang-binatang yang dapat dijadikan sebagai kurban tersebut terdapat ketentuan lebih khusus yang di jadikan syarat sahnya hewan kurban yaitu tidak diperbolehkan menyembelih hewan yang buta, binatang yang pincang, binatang yang sakit, binatang yang kurus, binatang yang bertanduk dan  binatang yang cacat tubuhnya seperti terpotong ekornya. Jika di dapati hewan dengan keadaan yang demikian, maka hewan tersebut tidak dapat dikurbankan, karena tidak mencukupi syarat kebolehan dalam berkurban. Penjelasan terkait syarat hewan yang dikurbankan ini dikutip dari kitab Fathul Qorib Al Mujib Fashal tentang ketentuan dalam berkurban dalam bab الأضحية

Perintah Allah untuk berkurban yaitu mengingatkan kisah penyembelihan Nabi Isma’il yang kemudian diganti dengan seekor domba besar, dan kejadian ini terjadi pada tanggal 10 bulan dzulhijjah yang biasa diperingati sebagai hari raya Idul Adha. Berkurban merupakan salah satu cara untuk memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain. Dengan berkurban, banyak sekali masyarakat yang bahagia karena adanya pembagian daging kurban. Perilaku ini yang harus ditanamkan dalam diri manusia supaya tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Karena banyak sekali masyarakat diluar sana yang membutuhkan bantuan kita. Pembagian daging kurban tersebut yang akan memupuk tali silaturahmi antar persaudaraan. Bahkan perintah berkurban bagi orang yang mampu sudah disyari’atkan oleh Allah dalam Al Qur’an surah Al Kautsar ayat 2 yaitu فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

   Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan sholat dan berkurban bagi yang mampu. Alangkah baiknya jika kesunnahan tersebut dijalankan bagi kita sebagai umat muslim dengan agama yang mendapat julukan sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin karena dengan berkurban kita mampu membahagiakan perasaan banyak orang disekitar kita.

 

By           : Choula Afifah

Editor     : Kabid & Wakabid Litbang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 30 Mei 2023

MATARAM ICIS UIN KHAS JEMBER KE-15 TERBUNGKUS DALAM ACARA MILAD KE-15 DI KAKI GUNUNG PASANG-JEMBER.

 


ICIS UIN KHAS JEMBER berulang tahun yang ke-15 pada tanggal 25 Mei, sekaligus berbarengan dengan acara tahunan ICIS yang dikenal dengan MATARAM (Masa Ta’aruf dan Mahabbah) dengan mengusung tema “Raihlah Keakraban, Wujudkan Kekeluargaan” yang memiliki arti malam perkenalan dan cinta kasih sayang. Sesuai tema yang diusung, acara kali ini diharapkan agar seluruh peserta dapat lebih mengembangkan keakraban dan menumbuhkan jiwa kekeluargaan antara satu dengan yang lain. Baik sesama divisi ataupun divisi lain.  Acara MATARAM dan MILAD ICIS ke-15 ini diadakan pada tanggal 27-28 Mei 2023, di Wisata Gunung Pasang Agrowisata-Panti-Jember.

 Sebelum pemberangkatan, para peserta dikumpulkan terlebih dahulu di gedung ICIS untuk dilakukan pengecekan dan pengabsenan. Tepat pukul 11.00 WIB, seluruh peserta dan panitia berangkat mengggunakan kendaraan yang telah disediakan. Meskipun panas matahari menemani mereka selama perjalanan menuju Wisata  Gunung Pasang, namun hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti acara ini. Sesampainya ditujuan, seluruh peserta diarahkan ke tempat masing-masing sesuai arahan panitia untuk persiapan sholat dzuhur. Setelah sholat dzuhur berjama’ah, para peserta dikumpulkan kembali di aula untuk mengikuti acara pembukaan. Pembukaan MATARAM dan MILAD ICIS ke-15 ini dipandu oleh Kak Dimas Alwi dan Kak Siti Nabila sebagai pembawa acara. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kak Ahmad Farid Mukhlis selaku Ketua Panitia, sambutan yang kedua disampaikan oleh Kak Zahratun Nur Fadillah selaku Presiden ICIS dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Nidzom Hamami Abicandra, M. Pd. I selaku Pembina ICIS I. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan MARS ICIS , lalu pemotongan tumpeng yang diwakilkan oleh Bapak Sandi Ferdiansyah M. Pd. I selaku Pembina ICIS II , dan acara terakhir yakni bertukar kado sebagai penutup dari rangkaian acara pembukaan.

 Setelah acara pembukaan tersebut, para peserta dikumpulkan sesuai divisi masing-masing sebagai kegiatan kedua mereka dalam acara ini. Setiap divisi memiliki kegiatan yang unik untuk mengisi waktu kebersamaan mereka. Diantaranya adalah divisi Fahmil Qur’an. Divisi yang diketuai oleh Kak Hilya ini, memberikan tempat cerita untuk anggotanya selama berada menjadi keluarga ICIS. Tak hanya itu, divisi ini juga menciptakan keseruan lain dengan bermain cerdas cermat seputar ICIS dan ilmu pengetahuan. Lalu,  divisi ini juga bermain game call my name (jenis permainan dengan menebak nama seorang public figur yang ditempelkan pada dahi peserta). Ada juga dari divisi Kaligrafi yang menuangkan karya mereka ditemani oleh semilir angin dan lembutnya arus sungai yang melewati bebatuan. Serta divisi-divisi lain yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Dilanjutkan dengan acara ISHOMA (Istirahat, Sholat dan Makan), yang dilakukan seluruh peserta dengan berkumpul di aula utama dengan rangkaian ubudiyah. Sholat magrib berjama’ah yang dilanjutkan dengan pembacaan yasin dan tahlil sebagai wujud harapan dan doa atas MILAD ICIS UIN KAS ke-15 agar dapat menjadi organisasi yang lebih baik dari sebelumnya dan menjadi figur bagi organisasi lain yang berada di UIN KHAS JEMBER. Menunggu adzan isya’ berkumandang, para peserta diajak bercengkrama hangat dengan Kak Rioga. Pembawaan yang humoris dan slang dari Beliau menciptakan senyum dan tawa pada wajah setiap peserta yang menyimak pengetahuan tentang ICIS  yang tak jarang  dibungkus dalam balutan guyonan. Seusai bincang akrab dengan Kak Rioga, acara dilanjutkan dengan berkumpul di depan api unggun yang telah disiapkan panitia sebagai sarana untuk menghangatkan hawa dingin yang menyergap dan menghangatkan suasana kekeluargaan yang dibalut dengan pertunjukan pentas seni dari seluruh kelompok peserta dengan pilihan opsi penampilan yang sudah ditentukan kepada masing masing kelompok. Diantaranya pembacaan puisi berantai yang dipersembahkan oleh kelompok instagram sehingga suasana menjadi gelak tawa para peserta dan panitia. Ada pula penampilan seni tari oleh kelompok facebook dengan mengusung Tari Kecak yang merupakan tarian asal Bali. Penampilan seni Tari Kecak tersebut membuat suasana campur aduk antara kagum dan menyeramkan karena salah satu peserta mengenakan properti yang menggambarkan sosok leak sebagai ciri khas dari tarian tersebut. Suasana menjadi cair kembali dengan penampilan kelompok youtube. Pasalnya kelompok ini menampilkan joget kekinian yang dilakukan semua anggota kelompok sehingga mengundang kembali gelak tawa para peserta dan panitia. Persembahan dari kelompok youtube ini pun menjadi penampilan terakhir dari acara pentas seni sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian agenda hari pertama MATARAM 2023.

Masuk di hari kedua agenda MATARAM 2023 pada waktu dini hari ketika suasana masih gelap menjelang subuh para peserta dibangunkan dari tidur malam dan diinstruksikan untuk mengikuti acara renungan sebagai bentuk kesadaran untuk mengetuk pintu hati terhadap nilai nilai kehidupan. Masing masing peserta membawa lilin dan duduk bersama membentuk lingkaran sambil menikmati alunan puisi yang mengandung bawang, sengaja mengajak para peserta untuk larut dalam pencerahan emosional yang disampaikan. Setelah selesai acara renungan dilanjutkan dengan sholat subuh dan persiapan menuju agenda selanjutnya yakni senam pagi yang dilaksanakan oleh seluruh peserta dan panitia. Setelah dirasa tubuh bugar, kembali acara dilanjutkan dengan sarapan pagi dan persiapan untuk agenda yang tidak kalah seru yaitu lomba ketangkasan antar kelompok.

Terdapat beberapa cabang lomba yang dilaksanakan diantaranya lomba estafet karet, kardus goyang dan estafet sarung yang dilangsungkan di sungai yang ada di Wisata Gunung Pasang. Keseruan berbagai lomba membuat seluruh kelompok bersaing untuk menjadi yang terbaik karena di setiap cabang lomba hanya menetapkan satu kelompok sebagai juara.

Penutupan dan sesi pengumuman serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba-lomba, penampilan pentas seni terbaik  dan peserta terbaik menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta. Keriuhan tepuk tangan menghiasi suasana ketika pembawa acara menyebutkan satu persatu kelompok dan peserta yang mendapatkan nominasi. Berikut adalah nama-nama pemenang sesuai dengan nominasinya:

1. Juara Lomba Estafet Karet: Instagram

2. Juara Lomba Kardus Goyang: Facebook

3. Juara Lomba Estafet Karet: Facebook

4.   Juara Pensi Terbaik: Youtube

Peserta Terbaik: Qamaruz Zaman (Divisi Bahasa Inggris

Tak lupa juga, sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia sebagai dokumentasi terakhir acara MATARAM MILAD ICIS ke-15 tahun ini.



By : Yuly Navisah, Qomaruz Zaman

Editor : Kabid & Wakabid Litbang

Senin, 27 Februari 2023

PERGABA 2022 - The Hunter Of '22 - Berhasil menggemparkan GKT UIN KHAS Jember



Perekrutan Anggota Baru atau dikenal dengan PERGABA merupakan agenda tahunan ICIS UINKHAS Jember. Tema yang diangkat pada kali ini sangat berkenaan bagi seluruh anggota ICIS, yaitu The Hunter Of ’22, yang berasal dari bahasa Inggris dengan arti pemburu angkatan 22. Filosofinya ialah seorang pemburu yang memiliki sifat ketidak puasan terhadap buruannya, dia terus berburu dan memburu sampai yang ia iniginkan tercapai. Harapannya, anggota baru angkatan 22 maupun anggota lama bisa menjadi seorang pemburu dalam hal memburu, mengembangkan, meningkatkan, dan memperbanyak prestasi di tahun selanjutnya.

Pada tanggal 25 Februari 2023 tepatnya dihari Sabtu, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai 3 yang dihadiri kurang lebih 360 peserta dari beberapa divisi. Check in peserta dimulai pada jam 08.00 WIB. Acara dibuka dengan pemutaran videotron PERGABA oleh tim ICIS Media hingga dimulailah acara dengan dipandu oleh MC 3 bahasa. Pembacaan kalam ilahi menjadi urutan keempat acara, yang dilantukan langsung oleh salah satu perwakilan dari anggota divisi tilawah. Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan dan lagu nenek moyang (Mars ICIS) secara seksama. Dari tim PDD memberikan penayangan berupa vidio profil yang sesuai dengan tema, agar lebih memperjelas apa arti dan tujuan yang dimaksudkan. Sambutan pertama, disampaikan oleh Dwi Faizzatul Jannah selaku ketua panitia PERGABA. Dan sambutan kedua, disampaikan oleh Zahrotun Nur Fadilah  presiden ICIS. Serta sambutan ketiga, yaitu Bapak Sandi Ferdiansyah, M.Pd. selaku pembina ICIS UIN KHAS Jember.

Sebanyak 360 anggota baru ICIS UIN KHAS Jember dikukuhkan dan dilantik resmi menjadi bagian dari ICIS. Dalam pengukuhan tersebut anggota baru ICIS disumpah dengan disaksikan langsung oleh para dosen-dosen UPB, beberapa UKM-UKK UIN KHAS Jember, dewan konsultan dan kehormatan, serta seluruh hadirin yang telah hadir.

Waktu semakin siang, peserta diberikan waktu untuk ISHOMA (istirahat, shalat, dan makan). Setelah itu, para peserta kembali ke GKT untuk mengikuti Talk Show berdasarkan tema "Keorganisasian & Pengenalan ICIS". Pemateri pertama yakni Kak Fathoni Arifandi, M.Pdi selaku dewan kehormatan ICIS memberi pesan terhadap anggota baru ICIS bahwa "ketika kita ingin menorehkan prestasi di ajang perlombaan, setiap berangkat lomba harus punya keteguhan bahwa  keyakinan bisa menang akan diraih dan selalu optimis. Lalu strategi tutor sebaya juga dibutuhkan dalam belajar." Perlu diketahui, strategi yang dipakai ICIS salah satunya ialah tutor sebaya.

Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua yakni kak Faris Muturedy Ahmad, M.Pd selaku mantan presiden yang menceritakan perkembangan ICIS dari masa kemasa. Dimulai dari tahun 2015 beliau bergabung di ICIS, saat masih STAIN Jember. Dan demikian embrio ICIS sudah ada sejak masih STAIN Jember. Nama ICIS diambil dari bahasa Inggris yakni "Institute Culture Of Islamic Studies" begitupula divisi pertama yang muncul di ICIS adalah bahasa Inggris yang berangkat dari keinginan Prof. Khusnul Ridho yang diwujudkan oleh Ibu Nina sutrisno. Setelah beberapa tahun kemudian, dosen-dosen unit pengembangan bahasa salah satunya ustadz Nidhom Hamami mendirikan divisi bahasa arab lalu muncullah divisi-divisi lain setelahnya, begitulah dawuh beliau.

Pengumuman peserta terbaik dan sesi foto menjadi penghujung dari acara ini. Sesi pengambilan foto seluruh anggota baru perdivisi bersama konsultan, kehormatan dan panitia yang dilakukan tim ICIS media. Setelah itu, selain penyampaian materi dan poin-poin yang penting, pemateri kedua juga membagikan pesan dan kesan nya untuk kita, yaitu ketika orang lain bisa, mengapa kita tidak? Kita juga pasti bisa. Dan kesan dari beliau yaitu ICIS harus smakin maju, lingkup jangkauan prestasinya jangan cuma nasional. Salah satu divisi yg memulai main-main dia ajang internasional yaitu dari divisi kaligrafi. 

Selain euforia dari rangkaian acara pergaba barusan, ada juga loh yang tak kalah menarik dan yang paling ditunggu-tunggu tentunya, yaitu penyampaian nama-nama peserta terbaik per-divisi. Berikut ini nama-nama peserta terbaik dari yang terbaik setiap divisi :

Bidang Bahasa 

• Bahasa Inggris: Muhammad Avan Difantara 

• Bahasa Arab: Washilatul Bariroh 

Bidang Seni Qurani 

• Kaligrafi: Isneni Khuril Ainiah 

• Tilawah: Nurul Hasanah 

Bidang Ilmu Qurani 

• Tahfiz: Fiqri Alamsyah 

• Fahmil: Maslah Datil Ben


By : Indah Ismi Utami

 

Minggu, 19 Februari 2023

Placement Test Calon Anggota Baru ICIS dilaksanakan secara offline



Pada hari Sabtu, (18/2) seluruh calon anggota baru ICIS UIN KHAS Jember melaksanakan kegiatan placement test. Placement test dilakukan satu kali dalam satu periode kepengurusan. Tepatnya sebelum acara PERGABA (Perekrutan Anggota Baru) dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing calon anggota baru  ICIS UIN KHAS agar dapat menempatkan atau menyesuaikan kemampuannya di masing-masing kelas.

Placement test dimulai dari jam 08.00 - 12.00 WIB  secara offline di beberapa gedung.  Untuk Gedung J dikhususkan calon anggota baru divisi bahasa asing (Arab dan Inggris). Sementara pembagian ruangan Gedung G digunakan untuk divisi ilmu Qurani dan seni (fahmil, tahfidz, tilawah dan kaligrafi). Divisi bahasa inggris menempati posisi paling atas dengan jumlah peserta terbanyak yaitu sebanyak 99 peserta, dari total keseluruhan 360 peserta.

Soal yang diujikan tiap divisi berbeda-beda. Mulai dari divisi yang pertama divisi bahasa inggris. Placement test nya meliputi tes kemampuan bahasa inggris dengan menjawab soal yang sudah disediakan di google form sebanyak 50 soal serta interview seputar ICIS. Divisi yang kedua yaitu bahasa arab. Soal yang disajikan berupa tes tulis sebanyak 10 soal dan wawancara oleh kadiv wakadiv secara langsung. Yang ketiga yaitu ada divisi Fahmil. Sebelum diadakan placement test, kadiv atau wakadiv membagikan bahan ajar yang kemudian dihafal untuk ditanyakan ketika placement test serta dilaksanakan interview setiap peserta. Yang keempat yaitu divisi kaligrafi. Proses placement test yang dilakukan yaitu peserta bebas memilih dalam menulis surah ad-duhaa, at-tiin, dan at-thariq. Kadiv dan wakadiv hanya menyediakan kertas HVS kosong yang kemudian diberikan kepada masing-masing peserta. Setelah itu dilakukannya tes interview juga. Divisi selanjutnya yaitu tahfidz. Soal yang diujikan ada 3 kategori. Mulai dari membaca al-qur’an dengan makharijul huruf yang tepat dan tajwid yang benar, tes hafalan yang dimiliki serta tes interview. Divisi yang terakhir yaitu tilawah. Setiap peserta mengikuti tes tilawah atau tartil, lalu tes interview terkait pertanyaan umum dari pengurus dan pertanyaan tambahan dari divisi.

Dari pemaparan yang telah disebutkan diatas, dapat kita ketahui bahwa dengan adanya kegiatan ini, calon anggota baru akan lebih terpetakan sesuai kemampuan yang dimilikinya dengan pengajaran yang berada didalamnya.



By : Indah Ismi Utami


Minggu, 13 November 2022

OPENING MA’RIFAH JILID VI “THE GLORY OF QUR’AN”










         

  Pada hari Sabtu, 12 November 2022, ICIS UIN KHAS Jember mengadakan acara opening MA’RIFAH Jilid VI dengan grand acara Seminar Nasional yang dibuka untuk umum. Acara ini diselenggarakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai 3 UIN KH Achmad Siddiq Jember. Tepat pukul 08.00 WIB acara dimulai, diawali dengan acara opening kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional yang diikuti oleh 100 peserta.

MA’RIFAH adalah singkatan dari Musabaqoh Arobiyah, Injliziyah, wa Funun Qur’aniyah. MA’RIFAH merupakan ajang perlombaan tingkat SMA/SMK/MA yang diselenggarakan ICIS UIN KHAS Jember setiap satu tahun sekali. Pada kesempatan kali ini telah sampailah pada MA’RIFAH Jilid VI, itu artinya sedang dilangsungkan acara MA’RIFAH yang ke-6 kalinya. Adapun tema yang diambil yaitu “The Glory of Qur’an”. Tema ini mengandung arti tentang kemuliaan Al-Qur’an yang menjadi pedoman seluruh umat Muslim di dunia. Hal ini juga sesuai dengan motto ICIS UIN KHAS Jember yang berbunyi:

مَنْ عَرَفَ لُغَةَ قَوْمٍ أَمِنَ مِنْ مَكَايِدِهِمْ

Artinya: Mastering Languages, Holding The World, Life With Al-Qur’an

            Acara opening MA’RIFAH telah berjalan dengan lancar dan meriah. Dibuka oleh MC 3 bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris) yang spektakuler dan ditutup dengan seminar nasional bersama pemateri keren, yaitu Gus Hafidzul Ahkam (Influencer, dai muda RCTI +). Adapun seminar nasional kali ini mengandung tema yang senada dengan tema MA’RIFAH, yaitu Save Generasi, Eksplorasi Modernisasi dalam Membentuk Insan Qur’ani.

Acara seminar nasional ini dimulai dari pembukaan oleh Zainal Alim Maulana (Anggota ICIS UIN KHAS Jember) sebagai moderator dan dilanjutkan dengan opening speech oleh Bapak M. Imam Machfudi, S.S. M.Pd Ph.D. (Kepala UPB UIN KHAS Jember). Setelah opening speech, barulah para peserta seminar dapat mendengarkan langsung materi yang sangat bermafaat dari Gus Ahkam. Beliau mengatakan bahwasannya apapun hajatnya, shalawat solusinya. Selain itu, ada salah satu kalimat menarik yang diucapkan oleh beliau pada saat memaparkan materinya dan kalimat ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda sekarang. “Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah daripada kehilangan Allah karena sesuatu”, Gus Ahkam.

Jumat, 28 Oktober 2022

MOMENTUM SUMPAH PEMUDA SEBAGAI PEMACU GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL


Sumpah pemuda yang diikrarkan pertama kali pada 28 Oktober 1928 menjadi bagian penting sejarah Indonesia yang terus diperingati dan dimaknai bangsa Indonesia. Peristiwa bersejarah tersebut, nyatanya dapat menyatukan segenap anak bangsa dari berbagai suku dan daerah. Dengan jiwa yang bersih dan semangat yang membara, para pemuda bertekad untuk menjadikan nusantara terbebas dari belenggu penjajah.

Hari Sumpah Pemuda ini adalah momentum yang perlu digunakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak bagi agama, bangsa, dan negara. Momentum ini sangat penting diperingati terutama bagi pemuda di masa sekarang ini, yang semuanya serba digital dan teknologi yang semakin pesat. Ketika sejarah terkadang tenggelam dengan hiruk-pikuk dunia maya yang membuat terlena.

Dalam konteks Islam, pemuda di sini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki sensitivitas tinggi dalam memahami fenomena dan paling cepat merespons keadaan terutama dalam dakwah Islam. Mereka adalah agen dari perubahan. Bahkan jika ingin memajukan suatu bangsa dan negara, yang perlu diperjuangkan dan diberikan kepercayaan adalah para pemuda. Pun sebaliknya, jika suatu negara ingin dihancurkan maka mulai dari pemudanya.

Di era yang serba digital ini, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, belajar tentang sejarah Hari Sumpah Pemuda. Banyak artikel dan tulisan di internet yang menyajikan terkait Sumpah Pemuda. Dengan memperbanyak membaca dan belajar, maka rasa kecintaan terhadap negara akan terus bertumbuh. Salah satunya dengan memahami teks dari Sumpah Pemuda ini.

"Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia."

"Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia."

"Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia."

Kedua, dengan membuat karya dan inovasi untuk memajukan bangsa dan negara. Salah satunya dengan membuat konten edukatif dan bermanfaat di media sosial.

Ketiga, tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai Pancasila, yakni Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan. Di tengah gempuran media sosial yang banyak menyuguhkan berbagai ideologi, pemuda harus dapat menyaring ideologi tersebut agar tetap berideologi Pancasila. Selain itu, sikap toleransi juga harus terus dipupuk, karena sejatinya kita adalah satu Indonesia walaupun berasal dari berbagai daeraeh, bahasa, dan budaya.

Dengan demikian kita dapat memacu para pemuda Indonesia untuk lebih semangat dan giat untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Kisah Sukses di Balik Acara Ma'rifah Jilid VIII, Tidak Hanya Untuk Menang Tapi Juga Tentang Belajar dan Terus Berkembang

Sukses opening Ma'rifah Jilid VIII di gelar, enam hari setelahnya perlombaan Ma'rifah Jilid VIII di laksanakan pada tanggal 17 Novem...